Find Us on Facebook

Instagram Gallery

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Kamis, April 22, 2021
redaksi@topcareer.id
Lifestyle

7 Gaya Hidup Modern yang Merusak Otak (Bagian 1)

Ilustrasi. (dok. Technology Network)

Topcareer.id – Di era teknologi canggih, manusia diprogram untuk melakukan lebih banyak hal yang merugikan otak. Menurut para ahli, gaya hidup modern bisa menggerogoti jalur saraf dan membuatmu lebih lambat dan kurang mampu untuk berpikir orisinil.

Hiperkonektivitas semakin mempengaruhi otak manusia. Pada akhirnya, ini bisa menyebabkan orang jadi kurang produktif dan tidak efektif.

Untuk menjadi orang yang produktif, kamu perlu melakukan lebih banyak hal yang meningkatkan kesehatan otak dan lebih sedikit melakukan apa yang menyebabkan penurunan kognitif.

Hindari kebiasaan modern berikut ini yang bisa merusak otak kamu.

Bagian pertama dari artikel:

1) Kebiasaan tidak aktif
Kebiasaan untuk tidak aktif secara fisik terkait dengan perkembangan masalah kesehatan kronis seperti penyakit jantung, obesitas, depresi, demensia, dan kanker. Menjadi terbiasa untuk tidak aktif akibat beragam smart gadget yang selalu membantu aktivitas sehari-hari kamu bisa mengubah bentuk neuron tertentu di otak.

Sebuah studi di Journal of Comparative Neurology menunjukkan hubungan antara ketidakaktifan tubuh dan penurunan mental. Aktivitas fisik secara teratur dapat menguntungkan kamu secara kognitif, bisa meningkatkan zat kimia otak yang meningkatkan memori dan pembelajaran yang lebih baik.

2) Jago multitasking, hebatkah itu? Pikirkan lagi!
Kamu mungkin pernah mendengar bahwa multitasking itu sebenarnya buruk untuk produktivitas kamu. Tak hanya itu, faktanya, multitasking juga merupakan kebiasaan yang bisa mengubah otak kamu berkinerja kurang efektif.

Baca juga: Otak Jadi Lelet setelah Divaksin? Jangan Percaya!

Earl Miller, seorang ahli saraf di Massachusetts Institute of Technology (MIT), mengatakan bahwa otak manusia tidak bisa terhubung dengan banyak tugas dengan baik. Ketika seseorang mengira mereka bisa melakukan banyak tugas, mereka sebenarnya hanya beralih dari satu tugas ke tugas lain dengan sangat cepat. Dan setiap kali mereka melakukannya, kemampuan kognitif otak jadi korbannya.

Multitasking juga meningkatkan hormon stres kortisol serta hormon melawan yang dapat merangsang otak kamu secara berlebihan dan menyebabkan kabut mental atau pemikiran yang kacau.

3) Kelebihan informasi sebabkan rangsangan berlebihan yang tidak perlu pada otak
Banyaknya jumlah email, update media sosial, dan notifikasi yang menumpuk bisa sangat membebani otak. Aliran konten yang konstan jika tidak dikelola dapat menyebabkan stres dan menyebabkan pengambilan keputusan yang berlebihan.

“Informasi yang berlebihan adalah salah satu gangguan terbesar dalam kehidupan modern,” tulis Schumpeter dari The Economist.

Glenn Wilson, mantan profesor tamu psikologi di Gresham College, London menemukan dalam penelitiannya bahwa berada dalam situasi di mana kamu mencoba untuk berkonsentrasi menerima semua informasi, dapat mengurangi IQ efektif otak sebesar 10 poin.

4) Duduk terlalu lama
Duduk terlalu lama adalah salah satu hal terburuk yang dapat kamu lakukan untuk mengganggu kesehatan. Sebuah studi di University of California, Los Angeles (UCLA) melaporkan bahwa orang yang lebih banyak duduk mengalami penipisan di daerah otak yang terkait dengan memori.

Duduk bukan hanya berisiko pada kesehatan fisik, namun juga risiko neurologis. Dan perlu kamu ketahui bahwa aktivitas fisik, bahkan pada tingkat yang lebih tinggi, tidak akan cukup untuk mengimbangi efek berbahaya dari kebiasaan duduk untuk waktu yang lama. Kamu bisa mengurangi jumlah duduk dengan mengadopsi intervensi seperti berjalan ringan atau sesekali berdiri saat bekerja.**(Feb)

the authorRino Prasetyo

Tinggalkan Balasan