Find Us on Facebook

Instagram Gallery

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Kamis, April 22, 2021
redaksi@topcareer.id
Lifestyle

7 Gaya Hidup Modern yang Merusak Otak (Bagian 2)

Ilustrasi (dok. Rebounds Sports Med)

Topcareer.id – Di era teknologi canggih, manusia diprogram untuk melakukan lebih banyak hal yang merugikan otak. Menurut para ahli, gaya hidup modern bisa menggerogoti jalur saraf dan membuatmu lebih lambat dan kurang mampu untuk berpikir orisinal.

Hiperkonektivitas semakin mempengaruhi otak manusia. Pada akhirnya, ini bisa menyebabkan orang jadi kurang produktif dan tidak efektif.

Untuk menjadi orang yang produktif, kamu perlu melakukan lebih banyak hal yang meningkatkan kesehatan otak dan lebih sedikit melakukan apa yang menyebabkan penurunan kognitif.

Hindari kebiasaan modern berikut ini yang bisa merusak otak kamu.

Bagian kedua dari artikel:

5) Terlalu lama menatap layar digital dan kurang bersosialisasi
Percakapan tatap muka sebetulnya bisa sangat bermanfaat bagi otak. Sebuah studi oleh University of Michigan menemukan bahwa bahkan hanya 10 menit percakapan per hari dengan orang lain dapat meningkatkan memori dan kognisi otak. Kurangnya interaksi pribadi dengan orang lain bisa membatasi peluang otak untuk membuat koneksi yang lebih baik. Ini juga dapat menyebabkan kesepian dan depresi.

Namun, melihat layar digital terlalu lama sepanjang hari juga dapat melukai mata, telinga, leher, bahu, punggung, pergelangan tangan, dan lengan kamu. Menurut para ahli, waktu yang digunakan untuk menatap layar digital terlalu lama dan berlebihan justru menjadi efek negatif pada kemampuan intelektual serta kesejahteraan emosional.

Tetapkan batasan yang jelas dengan layar digital kamu untuk menghindari berkembangnya kebiasaan yang merugikan kesehatan fisik dan otak. Bijaklah dalam menggunakan smart gadget apapun.

Baca juga: Otak Jadi Lelet setelah Divaksin? Jangan Percaya!

6) Mengunakan headphone dengan suara keras
Memang suara keras pada headphone membuat pengalaman mendengarkan musik jadi lebih menyenangkan dan imersif. Apalagi di era earbud dan headphone masa kini yang dilengkapi dengan peredam bising. Tapi waspadalah ini bisa dengan mudah merusak pendengaran kamu.

Ketika suara lingkungan sekitarmu terlalu mengganggu, kamu pasti tergoda untuk memasang headphone atau earbud dan memutar lagu favorit kamu dengan volume cukup kencang.

Jika ini terus-menerus kamu lakukan, bukan hanya telinga yang bisa terganggu, tetapi gangguan juga bisa terkait dengan masalah otak, seperti Alzheimer dan hilangnya jaringan otak. Lindungi pendengaranmu dengan menyesuaikan volume headphone.

7) Kurang tidur
Ini masalah besar bagi para pekerja profesional yang sibuk. Kurang tidur dapat memiliki konsekuensi jangka pendek dan jangka panjang yang serius.

Hal itu bisa menurunkan kemampuan kamu dalam bereaksi, meningkatkan kadar glukosa, mengganggu suasana hati, sakit kepala, ketidakseimbangan hormon, dan penelitian terbaru menunjukkan kurang tidur dapat mengecilkan otak dan gangguan memori.

Kurang tidur dapat memperlambat pemikiran kamu, merusak ingatan, konsentrasi, penilaian, dan pengambilan keputusan, serta menghambat pembelajaran.

Memperbaiki kebiasaan tidur bisa menjadi cara penting untuk meningkatkan kesehatan otak. Tidur nyenyak selama tujuh hingga delapan jam setiap malam sangat penting untuk merangsang koneksi baru dan pertumbuhan otak.**(Feb)

the authorRino Prasetyo

Tinggalkan Balasan