Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Kamis, Desember 2, 2021
redaksi@topcareer.id
Lifestyle

Walau Sama-Sama Antiosial, Ini Perbedaan Psikopat dan Sosiopat

Topcareer.id – Kamu mungkin pernah mendengar orang menyebut orang lain sebagai “psikopat” atau “sosiopat”. Tapi tahukah kamu sebenarnya arti dari kata-kata itu?

Kebanyakan ahli percaya bahwa psikopat dan sosiopat memiliki kesamaan sifat. Orang-orang seperti ini memiliki perasaan batin yang buruk tentang benar dan salah. Mereka juga tampaknya tidak dapat memahami atau berbagi perasaan dengan orang lain. Tetapi ada beberapa perbedaannya.

Secara klinis, orang yang sosiopat atau psikopat adalah orang yang menunjukkan ciri-ciri gangguan kepribadian antisosial atau antisocial personality disorder (APD). Hal ini ditandai dengan ketidakpedulian yang meluas terhadap hak dan / atau perasaan orang lain.

Baca Juga: Studi Sebut Psikopat Cenderung Terjun ke Profesi-Profesi Ini

Sosiopat dan psikopat merupakan dua jenis gangguan kepribadian. Sementara istilah “sosiopat” dan “psikopat” sering digunakan secara bergantian, masing-masing sebenarnya memiliki garis perbedaan yang jelas.

Perbedaan antara sosiopat dan psikopat
Sementara psikopat diklasifikasikan sebagai orang dengan sedikit atau tanpa hati nurani sama sekali, sosiopat masih memilikinya namun terbatas. Meskipun lemah, masih bisa untuk merasakan empati dan penyesalan.

Psikopat bisa mengikuti konvensi sosial jika itu sesuai dengan kebutuhan mereka. Sosiopat lebih cenderung lepas kendali dan bereaksi keras setiap kali mereka dihadapkan pada konsekuensi atas tindakan mereka.

Sosiopat

  • Sangat jelas mereka tidak peduli dengan perasaan orang lain
  • Berperilaku dengan kepala panas dan bertindak impulsif
  • Sangat mudah tersulut amarahnya
  • Mereka menyadari gangguan kepribadiannya namun menganggap perilaku mereka masih rasional
  • Buruk dalam mempertahankan hubungan pekerjaan dan kehidupan keluarga
  • Sulit membentuk ikatan emosional dengan orang lain

Psikopat

  • Berpura-pura peduli
  • Menunjukkan perilaku dinginnya
  • Tidak bisa memahami kesulitan orang lain
  • Memiliki hubungan yang dangkal dan palsu
  • Menjaga kehidupan normal sebagai kedok dari aktivitas kriminal
  • Gagal membentuk keterikatan emosional yang tulus
  • Masih bisa mencintai orang tapi hanya mau dengan caranya sendiri

Willem H.J. Martens berpendapat dalam artikelnya yang terkenal “The Hidden Suffering of the Psychopath” bahwa psikopat kadang-kadang menderita rasa sakit secara emosional dan kesepian.

Sebagian besar dari mereka menjalani kehidupan yang menyakitkan dan tidak mampu mempercayai orang, tetapi mereka juga ingin dicintai dan diterima.

Namun, perilaku mereka yang tidak takut akan konsekuensi apa yang telah mereka lakukan membuat hal ini sangat sulit, bahkan tidak mungkin, dan sebagian besar dari mereka menyadari hal ini kemudian mengisolasi diri mereka dari orang lain.**(RW)

the authorRino Prasetyo

Tinggalkan Balasan