Find Us on Facebook

Instagram Gallery

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Monday, April 12, 2021
redaksi@topcareer.id
Covid-19

Studi: Sel T Mampu Merespon dan Melawan Varian Baru Virus Covid-19

Topcareer.id – Komponen penting dari sistem kekebalan yang dikenal sebagai sel T yang merespons untuk melawan infeksi dari versi asli dari virus corona tampaknya juga melindungi dari tiga varian virus baru, menurut sebuah penelitian laboratorium AS yang dirilis pada hari Selasa (30/3).

Beberapa penelitian terbaru menunjukkan bahwa varian tertentu dari virus corona dapat merusak perlindungan kekebalan dari antibodi dan vaksin.

Tetapi antibodi yang bertugas menghalangi virus corona untuk menempel pada sel manusia, mungkin tidak menjalani tugas sepenuhnya, menurut penelitian oleh para peneliti di National Institute of Allergy and Infectious Diseases (NIAID), Sel T terlihat memainkan peran perlindungan tambahan yang penting.

Baca Juga: Muncul Varian Virus Baru, Satgas Covid-19 Sarankan Masyarakat Tak Tunda Vaksin

“Data kami, serta hasil dari kelompok lain, menunjukkan bahwa tanggapan sel T terhadap COVID-19 pada individu yang terinfeksi varian virus awal tampaknya sepenuhnya mengenali varian baru utama yang diidentifikasi di Inggris, Afrika Selatan, dan Brazil,” kata Andrew Redd dari NIAID dan Fakultas Kedokteran Universitas Johns Hopkins yang memimpin penelitian tersebut.

Para peneliti menganalisis darah dari 30 orang yang telah pulih dari COVID-19 sebelum munculnya varian baru yang lebih menular.

Dari sampel tersebut, mereka mengidentifikasi bentuk spesifik dari sel T yang aktif melawan virus, dan melihat bagaimana sel T ini menghadapi varian baru dari Afrika Selatan, Inggris, dan Brasil.

Mereka menemukan bahwa respons sel-T sebagian besar tetap utuh dan dapat mengenali hampir semua mutasi dalam varian yang dipelajari.

Para peneliti NIAID mengatakan penelitian yang lebih besar diperlukan untuk mengkonfirmasi temuan tersebut. Pemantauan lanjutan untuk varian virus yang bisa lolos dari perlindungan antibodi dan sel T diperlukan, kata Redd.

Makalah telah diterima untuk publikasi di Open Forum Infectious Diseases dan menunggu untuk ditinjau sejawat.**(RW)

the authorRino Prasetyo

Leave a Reply