Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Sabtu, November 27, 2021
redaksi@topcareer.id
Covid-19

Suplai Vaksin RI Terbatas, Laju Vaksinasi Covid-19 Diperlambat

vaksin gotong royongFoto ilustrasi

Topcareer.id – Lonjakan kasus Covid-19 gelombang ketiga (third wave) yang terjadi di beberapa negara di kawasan Eropa, Asia, maupun Amerika mengakibatkan adanya pemberlakuan embargo di negara produsen vaksin untuk kemudian diarahkan penggunaannya di dalam negeri masing-masing.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyampaikan, hal itu telah mempengaruhi ratusan negara di dunia termasuk Indonesia. Sehingga jumlah vaksin yang tadinya tersedia untuk bulan Maret dan April masing-masing 15 juta dosis atau total 30 juta dosis hanya bisa dapat 20 juta dosis. Pengurangan pasokan tersebut, akan mempengaruhi laju vaksinasi yang dilakukan di Tanah Air.

“Laju vaksinasinya agak kita atur kembali sehingga kenaikannya tidak secepat sebelumnya karena memang vaksinnya yang berkurang suplainya,” kata Menkes dalam keterangan persnya pada Senin (5/4/2021).

Dengan jumlah pasokan yang terbatas, tambah Menkes, pada bulan April ini pemerintah memutuskan untuk memprioritaskan penyuntikan vaksin berdasarkan risiko terpapar.

Data Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menunjukkan bahwa kelompok masyarakat lanjut usia berumur 60 tahuh ke atas memiliki risiko yang tinggi jika terpapar Covid-19. Oleh karena itu, kelompok ini akan menjadi salah satu prioritas penyuntikan.

Baca juga: Catat, Ini 29 Mobil Yang Dapat Diskon Pajak Mulai April

Data yang ada di Kementerian Kesehatan menunjukkan dari 1,5 juta yang terpapar, sebanyak 10% nya Lansia di atas 60 tahun. Tapi dari 100% yang wafat, 50% nya adalah Lansia.

“Kita arahkan agar disuntikkan terutama untuk para lansia dulu. Kalau ada jatah sisanya kita suntikkan ke guru, karena memang rencananya semua guru akan divaksinasi sampai Juni, supaya Juli kita mulai bertahap bisa kita buka (pembelajaran tatap muka terbatas),” ujarnya.

Terkait pasokan vaksin, Menkes mengungkapkan, pihaknya terus melakukan negosiasi dengan para produsen agar pasokan vaksin dapat kembali berjalan dengan normal.

“Kita sedang negosiasi dengan produsen-produsen vaksin dan negara-negara produsen vaksin, mudah-mudahan di bulan Mei bisa kembali normal sehingga kita bisa melakukan vaksinasi dengan rate seperti sebelumnya yang terus meningkat,” papar Menkes.

Tinggalkan Balasan