Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Jumat, Mei 14, 2021
redaksi@topcareer.id
Lifestyle

Baju Baru Harus Dicuci sebelum Dipakai, Ini Alasannya

Dok/Our Culture Mag

Topcareer.id – Jika kamu merupakan tipe orang yang memakai pakaian baru tanpa mencucinya terlebih dahulu, waspadalah karena ada kemungkinan kamu akan membayar harga untuk hal itu, seperti kulit iritasi kemerahan, gatal, hingga sakit.

Dermatitis kontak alergi dari pakaian adalah reaksi terkait sistem kekebalan terhadap alergen yang bersentuhan dengan kulit kamu. Ini menyebabkan reaksi tertunda seperti ruam yang muncul beberapa hari setelah terpapar, dan kemudian dapat berlangsung selama berminggu-minggu.

“Saat kami melihat dermatitis kontak alergi dari pakaian, biasanya itu berasal dari pewarna yang menyebar,” kata Dr. Susan Nedorost, profesor dermatologi di Case Western Reserve University dan direktur program dermatitis di University Hospitals Cleveland Medical Center.

Pewarna dispersi terutama digunakan dalam bahan pakaian sintetis seperti polyester dan nilon, kata Nedorost. Dan mereka mungkin hadir di tingkat yang lebih tinggi dalam pakaian baru yang belum dicuci.

Baca juga: Benarkah Hand Sanitizer Tidak Baik untuk Kulit?

Nedorost mengatakan bahwa keringat dan gesekan dapat menyebabkan pewarna yang menyebar keluar dari pakaian. “Jika pasien datang dan mengalami ruam di sekitar belakang leher dan di sepanjang sisi di sekitar ketiak, pertanyaan pertama yang saya tanyakan adalah apa yang mereka kenakan saat berolahraga,” katanya.

Tidak jelas seberapa umum alergi zat pewarna pada masyarakat umum. Tetapi ada satu cara untuk membatasi risiko reaksi buruk, yakni dengan mencuci pakaian baru kamu sebelum kamu pakai. Mencuci pakaian baru bisa menghilangkan sedikit pewarna ekstra sehingga memiliki eksposur yang lebih rendah.

Ruam alergi bukan satu-satunya masalah kesehatan yang terkait dengan bahan kimia pakaian. Dalam studi tahun 2014, sekelompok peneliti dari Universitas Stockholm di Swedia menguji 31 ​​sampel pakaian yang dibeli di toko ritel, mereka menemukan sejenis senyawa kimia yang disebut “quinoline” dan kadar bahan kimia ini cenderung sangat tinggi pada pakaian polyester.

Ulrika Nilsson, anggota kelompok Universitas Stockholm dan profesor kimia analitik, juga menyebut nitroanilines dan benzothiazoles, dua senyawa kimia ini juga muncul di pakaian baru dan bukti laboratorium telah mengaitkannya dengan potensi efek kesehatan yang merugikan, termasuk kanker.

“Selalu menjadi hal terbaik bagi kamu untuk mencuci pakaian baru sebelum dipakai,” katanya. Nilsson juga setuju mencuci pakaian baru bisa mengurangi kandungan bahan kimia, terutama bahan kimia sisa yang mungkin tersisa dari proses pembuatan.**(Feb)

the authorRino Prasetyo

Tinggalkan Balasan