Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Jumat, Mei 14, 2021
redaksi@topcareer.id
Lifestyle

Mengapa Bayi Takut Rumput? Ini Penjelasannya

Topcareer.id – Pernahkah kamu memperhatikan bahwa bayi pada umumnya takut dengan rumput? Atau bagi kamu yang memiliki bayi pernah tidak sengaja membawa bayi kamu ke taman dan ketika ingin mengajak bayi bermain di atas rumput ia akan menolak.

Ada cukup banyak video viral tentang perilaku bayi yang takut terhadap rumput. Semuanya sangat menggemaskan dan lucu. Tapi kenapa? Mengapa bayi tidak ingin bermain di rumput?

Ada alasan yang relatif sederhana, yakni rumput dapat menyebabkan bayi mengalami kelebihan sensorik. Selama beberapa bulan pertama kehidupannya, sistem saraf bayi masih dalam proses penyetelan.

Sekarang bayangkan kamu belum pernah melihat rumput sebelumnya. Seperti itulah rasanya menjadi seorang bayi. Satu-satunya alasan tidak semua bayi bereaksi takut dengan rumput adalah karena setiap bayi memproses pengalaman sensorik dengan cara yang berbeda.

Baca juga: Kisah Bayi Baru Lahir Terkena COVID-19, Dirawat 70 Hari di Rumah Sakit

Tapi ketakutan dari rumput bukanlah satu-satunya alasan bayi cenderung meninggalkan halaman. Menurut penelitian ilmiah tahun 2014, bayi mungkin waspada terhadap tumbuhan secara umum. Studi Yale, yang diterbitkan dalam jurnal Cognition, mengamati tanggapan bayi terhadap berbagai objek, termasuk tumbuhan sehari-hari.

Peneliti menemukan bahwa ketika bayi dihadapkan dengan tanaman, mereka membutuhkan waktu lebih lama untuk memutuskan untuk menyentuhnya jika dibandingkan dengan benda lain.

Penulis penelitian menyimpulkan, kewaspadaan bayi terhadap tumbuhan adalah perilaku alami yang dimaksudkan agar tidak diracuni. Bagaimanapun, dunia ini penuh dengan tumbuhan yang telah mengembangkan racun sebagai alat pertahanan melawan pemakan tumbuhan.

Ada kemungkinan bahwa saat manusia berevolusi, kita beradaptasi dengan toksisitas tanaman dengan menjadi waspada secara naluriah terhadapnya. Studi juga mendukung kesimpulan bahwa bayi selalu melakukan hal-hal aneh.**(Feb)

the authorRino Prasetyo

Tinggalkan Balasan