Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Jumat, Mei 14, 2021
redaksi@topcareer.id
Tren

Vivo Y20 Meledak, Hong Kong Air Cargo Terbitkan Larangan

Vivo Y20. Dok/KompasVivo Y20. Dok/Kompas

Topcareer.id – Setelah palet kargo berisi smartphone Vivo Y20 terbakar di bandara Hong Kong, maskapai Hong Kong Air Cargo mengumumkan larangan ponsel tersebut masuk ke pesawatnya.

Menurut Android Authority, pembuat smartphone asal China itu telah mengonfirmasi penyelidikan penyebab kebakaran tersebut.

“Kami melihat ada kiriman barang, beberapa di antaranya adalah produk Vivo, terbakar di apron parkir Bandara Internasional Hong Kong pada 11 April,” kata Android Authority.

“Kami telah memberikan perhatian penuh dan segera membentuk tim khusus untuk bekerja sama dengan pemerintah daerah guna menentukan penyebabnya,” tambahnya.

Laporan mengatakan bahwa kebakaran kargo terjadi di apron bandara tepat sebelum palet yang berisi ponsel Vivo Y20 dan aksesori terkait akan dimuat ke dalam pesawat Kargo Udara Hong Kong menuju Thailand.

Sejak kejadian itu, Hong Kong Air Cargo melarang perangkat Vivo dan dua perusahaan angkutan udara hingga pemberitahuan lebih lanjut.

Penyebab kebakaran belum terjawab, tetapi baterai lithium-ion pada smartphone bisa menyebabkan kebakaran jika cacat atau rusak.

Maskapai tersebut memberi tahu pelanggannya bahwa mereka tidak lagi menerima Cargo Link Logistics HK dan Sky Pacific Logistics HK.

Baca juga: Cara Jitu Agar Baterai Ponsel Kamu Tak Mudah Habis

Ponsel Vivo dalam tiga palet semuanya terbakar, layanan darurat membutuhkan waktu selama sekitar 40 menit untuk memadamkan api.

Hong Kong Air Cargo bulan lalu mengumumkan kemitraan dengan jaringan logistik Cainiao Alibaba, dengan penerbangan rutin ke Manila, Kuala Lumpur, dan Bangkok.

Vivo lahir tahun 2009 dan menyebarkan jejaknya ke seluruh Asia. Pada Oktober 2020 lalu berencana akan memasuki pasar Eropa.

Setidaknya sudah pernah ada satu klaim sebelumnya dari ponsel Vivo yang meledak.

Tapi, skandal terbesar yang melibatkan perusahaan terjadi tahun lalu ketika polisi India menemukan 13.500 ponsel itu menggunakan IMEI yang sama.

Tampaknya tidak ada maskapai penerbangan lain yang melarang pengangkutan ponsel dengan merek tersebut.

Tapi insiden terbaru ini jelas akan memicu pemeriksaan baru terhadap pengiriman ponsel dengan baterai lithium ion.**(Feb)

the authorRino Prasetyo

Tinggalkan Balasan