Find Us on Facebook

Instagram Gallery

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Selasa, September 21, 2021
redaksi@topcareer.id
Covid-19

Studi: Vaksin Pfizer Efektif untuk Penderita Penyakit Kronis

Topcareer.id – Vaksin Pfizer terbukti efektif mencegah penyakit bergejala dan parah pada orang dengan beberapa penyakit kronis di Israel.

Studi terbesar di dunia nyata di Israel menunjukkan Pfizer efektif pada orang dengan penyakit kronis seperti diabetes dan penyakit jantung.

Analisis berlangsung terhadap hampir 1,2 juta orang oleh penyedia layanan kesehatan terbesar Israel.

Vaksin itu 80% efektif melawan infeksi simptomatik untuk penderita penyakit jantung atau ginjal kronis, dan 86% untuk penderita diabetes tipe 2.

Kemudian 75% untuk penyakit serebrovaskular, dan 84% untuk orang yang menderita defisiensi imun, menurut studi Lembaga Penelitian Clalit.

Bagi yang sudah menerima vaksin dan menderita tiga atau lebih kondisi kronis, penelitian menunjukkan Pfizer 88% efektif mencegah infeksi simptomatik.

Vaksin tersebut juga terbukti lebih dari 90% efektif melawan penyakit parah untuk orang dengan diabetes tipe 2.

Tak hanya itu, vaksin ini juga efektif terhadap orang dengan penyakit jantung dan 100% untuk orang yang menderita defisiensi imun.

Data tersebut adalah yang terbaru dari Israel di mana sistem perawatan kesehatan universal dan digital serta program vaksinasi cepat telah memungkinkan para peneliti mengetahui potensi vaksin tersebut.

“Perlindungan sedikit berkurang di antara pasien dengan beberapa penyakit penyerta. Hasil ini menggembirakan, karena vaksinasi menunjukkan bisa mencegah sebagian besar kasus COVID-19. Bahkan pada orang tua dan sakit kronis,” kata Ran Balicer, kepala bidang inovasi Clalit.

“Orang dengan penyakit kronis atau parah, harus mau menerima vaksin karena ini efektif melindungi mereka dari tingginya kemungkinan komplikasi,” kata Balicer.

Baca juga: Studi: Penggunaan Vaksin Pfizer Di Israel Catat Penurunan 94% Kasus COVID-19

Harvard dan University of Michigan juga telah melakukan penelitian tersebut dan mempublikasikannya di New England Journal of Medicine, Kamis (22/3).

Studi Clalit, membandingkan 596.618 orang yang menerima vaksin antara 20 Desember 2020 dan 14 Februari 2021 dengan kelompok orang yang tidak menerima vaksin dengan ukuran yang sama, usia yang sesuai, jenis kelamin, beserta karakteristik lainnya.

Subkelompok orang dengan penyakit kronis sekitar 130.000 orang, ujar Balicer.

Lebih dari 9,3 juta penduduk Israel telah menerima vaksinasi penuh sejak akhir Desember 2020 lalu.

Kasus COVID-19 telah turun terus menerus sejak puncaknya pada pertengahan Januari karena kegiatan ekonomi sebagian besar telah kembali aktif.

Hingga pertengahan April, Israel telah mendokumentasikan 98% lebih sedikit kasus virus korona, 93% lebih sedikit sakit kritis, dan 87% lebih sedikit kematian akibat COVID-19, menurut Eran Segal, ilmuwan data di Weizmann Institute of Science.

Balicer mengatakan bahwa meskipun Israel belum memasuki tahap “kekebalan kelompok,” penurunan tajam kasus adalah bukti potensi hebat program vaksinasi massal.**(Feb)

the authorRino Prasetyo

Tinggalkan Balasan