Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Senin, Mei 17, 2021
redaksi@topcareer.id
Lifestyle

Jamur Ajaib Miliki Efek Layaknya Antidepresan

Topcareer.id – Psilocybin mushroom atau jamur ajaib yang juga terkenal dengan sebutan jamur tahi sapi memiliki efek layaknya antidepresan.

Senyawa aktif psikedelik dalam jamur ajaib sama efektifnya dengan obat antidepresan yang dapat membantu banyak pasien sembuh dari depresi berat.

Hal ini mengacu pada sebuah penelitian kecil tantang jamur ajaib ini oleh para ilmuwan Inggris.

Perbandingan head-to-head dari terapi psilocybin dan escitalopram antidepresan, menunjukkan bahan psikoaktif bisa menjadi obat kesehatan mental yang potensial

“Tingkat remisi dua kali lebih tinggi pada kelompok psilocybin daripada kelompok escitalopram,” kata Robin Carhart-Harris yang merancang dan memimpin penelitian sebagai kepala pusat penelitian psikedelik di Imperial College London.

“Salah satu aspek terpenting dari pekerjaan ini adalah bahwa orang dapat dengan jelas melihat efek terapi psilocybin yang dengan dosis yang benar dengan melihatnya dan membandingkan dengan pengobatan yang sudah mapan,” katanya. “Psilocybin tampil sangat baik dalam head-to-head ini.” Jelas Robin.

Baca juga: Depresi Melanda? Coba Makan Pisang

Depresi adalah salah satu penyebab utama kesehatan yang buruk di seluruh dunia, dan pengobatan yang ada seringkali tidak efektif.

Pengobatan depresi juga cenderung memiliki efek samping yang merugikan dan menyebabkan pasien berhenti meminumnya.

Carhart-Harris memperingatkan bahwa sementara temuan ini yang telah terbit di New England Journal of Medicine – cukup menggembirakan.

Pasien dengan depresi sebaiknya tidak mencoba mengobati sendiri dengan jamur ajaib. “Itu bisa memicu kesalahan pemakaian,” katanya.

Penelitian ini melibatkan 59 pasien dengan depresi sedang hingga berat yang mendapat psilocybin dosis tinggi dan plasebo atau escitalopram plus dosis psilocybin yang rendah.

Respon pengobatan yang didefinisikan sebagai pengurangan tingkat depresi terlihat pada 70% orang dalam kelompok psilocybin dan 48% pada kelompok escitalopram.

Hasil juga menunjukkan bahwa remisi gejala dengan ukuran skor 0 sampai 5 pada minggu keenam terlihat pada 57% kelompok psilocybin versus 28% pada kelompok escitalopram.

Baca Juga: Kalbe Olah Jamur Cordyceps Sebagai Proteksi Awal Terhadap Covid-19

Carhart-Harris mengatakan laporan peserta menunjukkan psilocybin memiliki efek yang lebih “mendasar” daripada antidepresan.

Tim Imperial di bawah pimpinan David Nutt, seorang profesor neuropsikofarmakologi, telah mengeksplorasi potensi psilocybin selama bertahun-tahun.

Pada 2016 mereka menerbitkan sebuah penelitian yang menunjukkan psilocybin dapat membantu meringankan kondisi depresi parah yang resistan terhadap pengobatan.

Studi terbaru berlangsung di bawah kondisi terkontrol khusus dengan dua terapis dan dosis yang telah terformulasikan dalam kondisi laboratorium.

Nutt mengatakan jika mengonsumsi jamur ajaib tanpa pengawasan tenaga ahli dengan dosis yang tepat bisa berbahaya.**(RW)

the authorRino Prasetyo

Tinggalkan Balasan