Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Minggu, Mei 16, 2021
redaksi@topcareer.id
Covid-19

Kirgizstan Promosikan Obat Herbal Untuk COVID-19

COVID-19.

Topcareer.id – Kirgizstan berencana untuk menggunakan tonik herbal dalam upaya mengobati COVID-19, kata menteri kesehatannya setelah presidennya memuji obat tersebut.

Namun, ada peringatan dari seorang ahli medis bahwa obat herbal itu mengandung racun yang berpotensi mematikan.

Menteri Kesehatan Kirgizstan, Alymkadyr Beishenaliyev meminum herbal dari akar aconitum soongaricum pada sebuah pertemuan online untuk menunjukkan bahwa itu aman.

“Mereka dengan gejala ringan sembuh dalam satu hari, mereka dengan gelaja lebih akut membutuhkan tiga sampai empat hari,” katanya.

Presiden Sadyr Japarov secara pribadi telah memberi dokter resep herbal yang diwariskan dari ayahnya, dan mereka sudah menggunakannya, kata Beishenaliyev.

Tetapi Bermet Baryktabasova, seorang ahli obat-obatan dan mantan penasihat kementerian kesehatan, menggambarkan aconitum sebagai tanaman paling beracun di Kyrgyzstan.

“Bahkan dosis terkecil herbal dari ekstraknya memiliki efek negatif yang kuat pada tubuh dan orang tersebut bisa cepat mati,” tambahnya.

Baca juga: Manfaat Teh Mint Untuk Kesehatan Di Tengah Pandemi Virus Corona

Saat mempromosikan herbal aconitum soongaricum, Japarov juga mendesak warga Kirgistan untuk tetap memakai masker dan mengikuti program vaksinasi.

Japarov mengatakan bahwa sejauh ini baru 4.000 orang yang menerima suntikan di negara berpenduduk enam juta itu, sebuah tanda ketidakpedulian yang ekstrim.

Kirgizstan telah melaporkan lebih dari 90.000 kasus virus corona dengan lebih dari 1.500 kasus kematian akibat COVID-19.

Sementara itu para pemimpin beberapa negara telah menurunkan atau menghindari penggunaan vaksin sebagai pengobatan virus corona.

Mantan presiden Tanzania John Magufuli, yang meninggal pada Maret lalu akibat COVID-19 sempat mengecam adanya konspirasi Barat untuk merebut kekayaan Afrika.

Saat itu mantan Presiden AS Donald Trump menyampaikan komentar sakrkastik dengan mengemukakan akan menyuntikkan pemutih sebagai kemungkinan penyembuhan COVID-19.**(Feb)

the authorRino Prasetyo

Tinggalkan Balasan