Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Kamis, Mei 6, 2021
redaksi@topcareer.id
Lifestyle

Suka Koreksi Grammar Orang Lain? Awas Sindrom GPS

Ilustrasi. Dok. Moneytalknews

Topcareer.id – Bagi kamu yang sering mengoreksi tata bahasa orang lain, bisa jadi kamu terkena Grammar Pedantry Syndrome atau sindrom GPS.

Penderita sindrom GPS akan merasa sangat terganggu oleh kesalahan tata bahasa dan merasakan dorongan kuat untuk mengoreksinya satu per satu.

Apa sebenarnya yang menyebabkan kondisi ini? Dan apakah itu berbahaya bagi kesehatan seseorang?

Kamu tidak akan menemukan definisi grammar pedantry syndrome (GPS) di Wikipedia, tetapi bukan berarti definisi itu tidak ada.

Faktanya, penelitian terbaru menunjukkan sindrom ini adalah penyakit yang nyata, dan bahkan mungkin merupakan bentuk OCD. Yuk, bahas lebih lanjut.

Apa Gejala Grammatical Pedantry Syndrome?

Kesalahan tata bahasa dapat ditemukan di mana-mana. Bahkan penutur asli pun membuatnya, dan bagi yang bukan, membuatnya lebih sering.

Sebenarnya banyak orang yang bisa melihat kesalahan ini, tetapi bagi pengidap GPS, hal ini sangat mengganggunya.

Saking merasa terganggunya, ia akan mengalami dorongan yang tidak tertahankan untuk memperbaikinya dan mengkomplain orang yang melakukan kesalahan grammar tersebut.

Jika kamu memiliki teman yang mengoreksi setiap kesalahan yang kamu buat, atau pernah bertemu orang seperti itu secara online, kemungkinan mereka memiliki GPS.

Tidak mengherankan orang dengan sindrom GPS sering menjadi korektor dan editor yang hebat, karena mampu mengenali semua kesalahan penulisan dengan cepat dan tepat.

Baca juga: Kenali Gejala OCD Dan Kapan Sebaiknya Periksa Ke Dokter

Penyebab Grammar Pedantry Syndrome?

Selama bertahun-tahun, orang telah mencoba memahami sindrom tersebut dan apa penyebabnya.

Sebuah studi yang dilakukan pada tahun 2016 mencoba menemukan hubungan antara GPS dan karakteristik pribadi tertentu.

Ternyata sindrom tersebut tidak ada kaitannya dengan usia, jenis kelamin, atau tingkat pendidikan.

Namun, hasilnya menunjukkan bahwa orang yang introvert lebih cenderung jengkel pada kesalahan tata bahasa dan kesalahan ketik atau typo.

Ada beberapa penelitian yang menghubungkan grammar pedantry syndrome dengan gangguan obsesif-kompulsif (OCD). Menurut penelitian ini, GPS bisa menjadi bentuk OCD.

Orang yang menderita OCD memiliki pikiran mengganggu yang membuat mereka tidak nyaman, dan membuat mereka cemas atau takut.

Akibatnya, mereka mengembangkan ritual tertentu yang mereka yakini dapat membantu mengatasi kecemasan bersama dengan perasaan kuat lainnya.

Seorang penderita GPS merasakan hal yang sama, mereka memiliki keinginan kuat untuk mengoreksi setiap kesalahan tata bahasa atau kesalahan ketik.

Mereka juga mungkin merasa cemas, frustasi, dan gelisah setelah melihat kesalahan tersebut. Oleh karena itu, meskipun GPS bukanlah diagnosis yang bisa terverifikasi oleh dokter, namun itu masih bisa menjadi gejala OCD.**(Feb)

the authorRino Prasetyo

Tinggalkan Balasan