Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Minggu, Mei 16, 2021
redaksi@topcareer.id
Covid-19

Sejumlah Langkah Pemerintah Antisipasi Gelombang Covid-19 India

Ilustrasi virus corona COVID-19. (pexels)

Topcareer.id – Terkait perkembangan kebijakan penanganan Covid-19 terkini yaitu tentang third wave di Negara India, Pemerintah telah melakukan rapat koordinasi untuk menerapkan pembatasan-pembatasan terkait mobilitas dari India.

Pemerintah memutuskan untuk menghentikan pemberian visa bagi Warga Negara Asing (WNA) yang pernah tinggal dan atau mengunjungi India dalam waktu 14 hari.

Sedangkan bagi WNI yang akan kembali ke Indonesia dan pernah tinggal atau mengunjungi wilayah India dalam kurun waktu 14 hari tetap diizinkan masuk dengan protokol kesehatan yang diperketat.

“Indonesia memiliki posisi dan cara penanganan Covid-19 yang tidak sama dengan India. Presiden Joko Widodo memberi arahan agar kita terus waspada,” kata Menko Airlangga dalam siaran persnya pada Jumat (23/4/2021) lalu.

Sementara itu, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyampaikan, berkaitan dengan, pemerintah telah mengambil langkah cepat untuk mengantisipasi masuknya mutasi virus ini masuk ke Indonesia dengan memperkuat surveilans genomik di pintu masuk negara baik darat, laut maupun udara.

Dan, lanjut Menkes, bagi WNI yang pernah mengunjungi India dalam kurun waktu 14 hari terakhir tetap diperbolehkan kembali Indonesia dengan syarat harus menjalani karantina 14 hari dan 2 kali Test Swab PCR diawal dan akhir karantina.

Pemerintah Indonesia bersiap mengantisipasi masuknya varian baru Covid-19 dari sejumlah negara diantaranya B.1.1.7 dari Inggris, B.1.351 dari Afrika Selatan, P.1 dari Brazil serta varian mutasi ganda B.1.617 di India yang diperkirakan lebih berbahaya dan cepat menular.

Baca juga: Spanyol Akan Coba Campurkan Vaksin COVID-19 Yang Berbeda

Hal ini memunculkan kekhawatiran akan terjadinya lonjakan kasus yang sangat tinggi secara global.

“Gelombang kasus di India dipengaruhi mutasi virus dan pelonggaran penegakan protokol kesehatan. Akibatnya penularan terjadi kembali dengan mutasi baru dan naik sangat tinggi. Ini pelajaran bagi kita semua agar selalu berhati-hati mengamati laju penularan Covid-19 ini,” kata Menkes, Jumat (23/4/2021).

Seperti yang diketahui, sejak awal ditemukan hingga saat ini Covid-19 terus mengalami perubahan dan berkembang.

Sejak saat itu pula, Indonesia agresif melakukan pemeriksaan Whole Genome Squencing (WGS) yang mana dengan cara ini akan diketahui lebih cepat karakteristik virus Covid-19, sehingga diharapkan dapat membantu mengurangi tingkat penularan dan meningkatkan kesembuhan.

Berdasarkan data dari Jejaring Surveilans Genomik Indonesia melaporkan sejak Januari 2020 hingga Maret 2021 telah dilakukan pemeriksaan sebanyak 1191 sekuens SARS-CoV-2. Hasilnya ditemukan adanya mutasi virus yang ada di Eropa.

Menkes mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk lebih waspada dengan segera melakukan vaksinasi di sentra vaksinasi terdekat dan terus mematuhi protokol kesehatan.

Tinggalkan Balasan