Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Kamis, Mei 13, 2021
redaksi@topcareer.id
Tren

Panas! Elon Musk Ejek Jeff Bezos soal Kontrak NASA

Bos Tesla, Elon Musk. (dok. The Verge)

Topcareer.id – Perlombaan antara dua orang terkaya dunia memanas setelah bos Tesla Elon Musk menanggapi upaya bos Amazon Jeff Bezos untuk menantang kontrak besar NASA.

Elon Musk dan Jeff Bezos telah mencoba meluncurkan roket orbit jarak jauh dan bersaing untuk mendapatkan kontrak dari pemerintah.

Mereka ingin membangun pesawat luar angkasa guna mengantarkan astronot ke bulan pada awal 2024.

SpaceX Elon Musk menang. Jeff Bezos tidak senang.

Perusahaan Blue Origin milik Bezos pada hari Senin (26/4) mengajukan protes ke Kantor Akuntabilitas Pemerintah (GAO).

Ia menuduh Badan Penerbangan dan Antariksa Nasional (NASA) mengubah keputusan untuk penawar kontrak pada menit terakhir.

Musk, yang juga memimpin SpaceX, membalas dengan tweet yang berbunyi: “Tidak bisa naik (ke orbit) LOL.”

Dia tidak merinci tweet tersebut, tetapi menempelkan screenshot dari laporan 2019 tentang Bezos yang mengungkap pendaratan bulan Blue Origin.

Blue Origin tertinggal jauh di belakang SpaceX dan United Launch Alliance (ULA) dalam hal transportasi orbital.

ULA adalah perusahaan patungan Boeing Co (BA.N) dan Lockheed Martin Corp (LMT.N).

Baca juga: Elon Musk Menangkan Kontrak dengan NASA senilai Rp 42,1 Triliun

Perusahaan startup roket SpaceX memiliki tujuan utama untuk mengirim satelit bagi kliennya ke orbit dengan harga terjangkau.

Awal April 2021, NASA telah memberikan SpaceX kontrak ke bulan atas Blue Origin dan kontraktor pertahanan Dynetics.

Proyek dari NASA itu bertujuan untuk mencoba mengirimkan kembali manusia ke bulan untuk pertama kalinya sejak 1972.

“NASA telah melakukan akuisisi yang cacat untuk program Sistem Pendaratan Manusia dan mengubah keputusan pada menit terakhir,” kata Blue Origin.

“Keputusan mereka menghilangkan peluang untuk persaingan sehat yang secara signifikan mempersempit basis pasokan, dan tidak hanya penundaan, tetapi juga membahayakan kembalinya orang Amerika ke bulan. Karena itu, kami telah mengajukan protes ke GAO.”

GAO juga menegaskan bahwa Dynetics telah menentang penghargaan kontrak NASA ke SpaceX. Namun Dynetics tidak segera menanggapi permintaan komentar Reuters.

Elon Musk mengajukan tawaran SpaceX sendiri, sementara Blue Origin bermitra dengan Lockheed Martin Corp, Northrop Grumman Corp, dan Draper.

Pengajuan protes sebanyak 50 halaman oleh Blue Origin telah dilaporkan sebelumnya oleh New York Times.**(Feb)

the authorRino Prasetyo

Tinggalkan Balasan