Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Kamis, Mei 13, 2021
redaksi@topcareer.id
Tren

TikTok Hadapi Gugatan Miliaran Pound dari Anak Umur 12 Tahun

Topcareer.id – TikTok, aplikasi video populer dari ByteDance asal China, menghadapi tuntutan ganti rugi senilai miliaran poundsterling di Pengadilan Tinggi London.

Tuntutan kepada TikTok jatuh atas tuduhan bahwa mereka secara ilegal mengambil data pribadi jutaan anak-anak Eropa.

Anne Longfield, mantan Komisaris Anak untuk Inggris dan “teman litigasi” dari seorang gadis berusia 12 tahun jadi pemimpin gugatan.

Longfield mengatakan pada hari Rabu (21/4) bahwa anak-anak yang terkena dampak dapat menerima ribuan pound masing-masing jika klaim berhasil.

Ia mengajukan tuduhan bahwa setiap anak yang telah menggunakan TikTok sejak 25 Mei 2018, mungkin memiliki informasi pribadi yang dikumpulkan secara ilegal oleh ByteDance melalui TikTok untuk kepentingan pihak ketiga yang tidak diketahui.

“Orang tua dan anak-anak berhak mengetahui bahwa informasi pribadi, termasuk nomor telepon, lokasi fisik, dan video anak-anak mereka dikumpulkan secara ilegal,” katanya.

Baca juga: Waspada! Iklan Di Tiktok Ini Bisa Picu Gangguan Makan

Perwakilan TikTok mengatakan privasi dan keamanan adalah prioritas utama perusahaan.

Dan mereka memiliki kebijakan, proses, serta teknologi yang kuat untuk membantu melindungi semua pengguna, terutama pengguna remaja.

“Kami yakin klaim tersebut kurang pantas dan bermaksud untuk meneruskan tindakan tersebut dengan berlebihan,” kata perwakilan dari ByteDance.

TikTok adalah salah satu aplikasi terpopuler di dunia terutama di kalangan anak muda dengan sekitar 100 juta pengguna di Eropa.

Pandemi COVID-19, yang membungkam banyak anak untuk tetap berada di rumah, telah membantu mengukuhkan kesuksesannya.

Tetapi penggugat, di bawah firma hukum Scott & Scott, menuduh TikTok melanggar undang-undang perlindungan data Inggris dan Uni Eropa dengan memproses data anak-anak tanpa tindakan keamanan yang memadai, transparansi, persetujuan wali atau kepentingan yang sah.

Klaim tersebut menuntut perusahaan untuk menghapus semua informasi pribadi anak-anak dan menyatakan bahwa ganti rugi dapat mencapai “miliaran pound”.

Mahkamah Agung Inggris sementara menunda putusannya untuk kasus ini. Dan sidang kasus akan berlanjut minggu depan.**(RW)

the authorRino Prasetyo

Tinggalkan Balasan