Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Senin, Mei 17, 2021
redaksi@topcareer.id
Covid-19

Studi: 1 dari 3 Penyintas COVID-19 Akan Alami Gangguan Mental

Topcareer.id – Satu dari tiga penyintas COVID-19 dalam penelitian terhadap lebih dari 230.000 pasien di AS didiagnosis dengan gangguan otak atau psikiatri dalam waktu enam bulan.

Hal ini menunjukkan pandemi virus corona dapat menyebabkan gelombang masalah mental dan neurologis, kata para ilmuwan pada hari Selasa (6/4).

Para peneliti yang melakukan analisis mengatakan tidak jelas bagaimana virus itu dikaitkan dengan kondisi kejiwaan seperti kecemasan dan depresi, tetapi ini adalah diagnosis paling umum di antara 14 gangguan yang mereka lihat.

Kasus pasca-COVID-29 seperti stroke, demensia, dan gangguan neurologis lainnya lebih jarang terjadi, kata para peneliti, tetapi masih signifikan, terutama pada mereka yang semoat menderita COVID-19 parah.

Baca Juga: Meski Telah Sembuh, Penderita Covid-19 Tetap Rasakan Keluhan Selama Berbulan-bulan

“Hasil kami menunjukkan bahwa penyakit otak dan gangguan kejiwaan lebih umum terjadi setelah COVID-19 daripada setelah flu atau infeksi saluran pernapasan lainnya,” kata Max Taquet, seorang psikiater di Universitas Oxford Inggris, yang ikut memimpin penelitian tersebut.

Studi tersebut tidak dapat menentukan mekanisme biologis atau psikologis yang terlibat, tetapi penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengidentifikasi ini dengan tujuan untuk mencegah atau mengobatinya.

Pakar kesehatan semakin prihatin dengan bukti risiko gangguan otak dan kesehatan mental yang lebih tinggi di antara para penyintas COVID-19. Studi sebelumnya oleh peneliti yang sama menemukan tahun lalu bahwa 20% penyintas COVID-19 didiagnosis dengan gangguan kejiwaan dalam waktu tiga bulan.

Temuan baru, yang diterbitkan dalam jurnal Lancet Psychiatry, menganalisis catatan kesehatan dari 236.379 pasien COVID-19, sebagian besar dari Amerika Serikat, menemukan 34% telah didiagnosis dengan penyakit neurologis atau kejiwaan dalam waktu enam bulan.

Kecemasan, 17%, dan gangguan mood, 14%, adalah yang paling umum, dan tampaknya tidak terkait dengan seberapa ringan atau parah infeksi COVID-19 pasien.

Di antara mereka yang telah dirawat di perawatan intensif dengan COVID-19 parah, 7% mengalami stroke dalam enam bulan, dan hampir 2% didiagnosis dengan demensia.**(RW)

the authorRino Prasetyo

Tinggalkan Balasan