Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Rabu, Juni 23, 2021
redaksi@topcareer.id
Tren

Ekspor Nonmigas USD17,45 Miliar, Mendag: Tertinggi dalam Sejarah

eksporSumber foto: Shutterstock

Topcareer.id – Pada kuartal pertama 2021, kinerja perdagangan Indonesia melanjutkan tren positif. Pada periode tersebut, neraca perdagangan mengalami surplus sebesar USD 5,52 miliar. Ekspor nonmigas pada triwulan ini bahkan dinilai merupakan yang tertinggi dalam sejarah.

Nilai ini berasal dari total ekspor sebesar USD48,90 miliar, tumbuh 17,11 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya dan impor tercatat sebesar USD 43,38 miliar naik 10,76 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya.

Pada periode tersebut, ekspor nonmigas tercatat sebesar 46,25 persen tumbuh 17,14 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara impornya sebesar USD 38,25 miliar, atau naik 13,06 persen.

Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi mengatakan, secara bulanan, ekspor nonmigas pada Maret 2021 tercatat sebesar USD17,45 miliar, atau naik 21,21 persen dibanding periode sebelumnya. Sementara, impornya tercatat sebesar USD 14,51 miliar, atau naik 21,30 persen dari bulan sebelumnya.

Baca juga: Menurut Ahli UGM Ini Cara Efektif Cegah Klaster Covid-19 Di Tempat Kerja

Secara kumulatif ekspor pada Maret 2021 tercatat sebesar USD 18,35 miliar naik 20,31 persen dari bulan sebelumnya. Sementara impor tercatat sebesar USD 16,79 miliar naik 26,55 persen dari bulan sebelumnya.

“Komoditas penyumbang surplus nonmigas antara lain lemak dan minyak hewan/nabati, besi dan baja, serta kendaraan dan bagiannya,” kata Mendag dalam siaran pers, Rabu (5/5/2021).

“Diharapkan dengan ekspor yang menunjukan perbaikan, bahkan pada Maret ini yang merupakan tertinggi dalam sejarah Indonesia, perbaikan ekonomi Indonesia semakin meningkat,” ujar Mendag.

Kementerian Perdagangan mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia melalui upaya peningkatan konsumsi, khususnya penggunaan produk buatan Indonesia.

Untuk pada Rabu (5/5/2021) kemarin, Kemendag secara resmi meluncurkan hari Bangga Buatan Indonesia pada 5 Mei 2021 yang rangkaian kegiatannya akan dimulai pada 5—13 Mei 2021.

Mendag menyampaikan, secara keseluruhan konsumsi dengan pertumbuhan impor yang berkualitas dan penyerapan tenaga kerja untuk kegiatan manufaktur mulai menunjukkan perbaikan. Hal ini tercermin dari pembelian dan industri kendaraan bermotor menunjukan perbaikan.

“Progam Pemerintah dalam pemberian kemudahan dan penurunan pajak barang mewah untuk kendaraan bermotor dan properti menunjukan hasil yang menjanjikan. Untuk itu, Pemerintah meyakini pertumbuhan ekonomi di kuartal kedua, dengan dimotori konsumsi akan berjalan dengan baik,” kata Mendag.

Tinggalkan Balasan