Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Rabu, Juni 16, 2021
redaksi@topcareer.id
Covid-19

Australia Bolehkan Warga Pulang dari India, Klaim Klaster COVID-19 Lokal Terkendali

Dok/Australia.com

Topcareer.id – Australia akan mencabut larangan warganya yang kembali dari India. Perdana Menteri Scott Morrison mengatakan ini pada hari Jumat (7/5).

Kabar tersebut ia sampaikan ketika pejabat negara melaporkan bahwa wabah COVID-19 di Sydney tampaknya telah teratasi.

Morrison mendukung keputusannya untuk memberlakukan perintah biosekuriti bulan lalu yang melarang semua perjalanan dari dan ke India.

Morrison mengatakan ada hukuman penjara dan hukuman finansial bagi siapa pun yang berusaha menghindarinya.

“Perintah yang kami buat sangat efektif, kami lakukan hal yang kami perlukan, dan itu semua untuk memastikan bahwa kami dapat mencegah gelombang ketiga COVID-19 di Australia,” Kata Morrison kepada wartawan.

Australia akan menyewa tiga penerbangan repatriasi antara 15 Mei dan 31 Mei, dengan memprioritaskan sekitar 900 orang yang paling rentan, kata Morrison.

Pemerintah memperkirakan sekitar 9.000 warga Australia dan penduduk tetap sedang berada di India.

Baca juga: Ini Langkah Australia Hadapi Varian Baru Virus Corona

Calon pelancong harus menyerahkan tes COVID-19 negatif dan wajib melakukan karantina hotel standar 14 hari seperti pelancong yang masuk.

Pemimpin Australia yang menolak anggapan bahwa pendekatan garis keras akan merusak hubungan bilateral negara itu dengan India, mengatakan dia akan berbicara dengan mitranya, Narendra Modi.

Situasi wabah di Sidney stabil

Perdana Menteri negara bagian New South Wales Gladys Berejiklian mengatakan keputusan New Zealand untuk menangguhkan sebagian gelembung perjalanan dengan Australia adalah “reaksi berlebihan.”

Dalam laporan pejabat kesehatan pada hari Jumat (7/5), ada lebih dari 13.000 tes selama 24 jam terakhir, dan tidak menemukan kasus tambahan.

Berejiklian memberlakukan pembatasan jarak sosial baru di Sydney yang lebih besar, termasuk pemakaian masker di transportasi umum dan pembatasan pertemuan.

Sidney telah menjadwalkan pembatasan akan terus berlaku hingga Senin (10/5). Itulah mengapa kondisi Sydney kini tengah stabil.

Dan itu juga mengapa Australia meminta semua orang untuk maju dan menjalani tes. Setiap kali ada kasus positif, tim tenaga kesehatan akan langsung membantu menanganinya.**(Feb)

the authorRino Prasetyo

Tinggalkan Balasan