Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Minggu, Juni 20, 2021
redaksi@topcareer.id
Tips Karier

Simak, Ini Tips Memulai Bisnis untuk Anak Kuliahan

Dok. Utica College

Topcareer.id – Sudah menjadi rahasia umum jika pandemi ini berpengaruh hingga ke sisis ekonomi. Hal ini pun ikut dirasakan oleh para mahasiswa.

Banyak orang tua mengurangi jatah jajan bulanan, terlebih lagi saat ini pembelajaran hanya dilakukan dengan sistem online, sehingga ongkos transportasi akan ikut kena pangkas.

Hal inilah yang membuat para pelajar melirik dunia bisnis. Namun, untuk memulai bisnis di masa kuliah, tidaklah gampang karena risiko yang muncul pasti cukup besar.

Tapi tenang aja, karena mahasiswi Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) sekaligus founder dan CEO LR Dapoor Group Lustian Ratri Khoroto Aini akan membagikan tips agar para mahasiswa bisa menjadi para pebisnis atau wirausaha yang sukses.

Sebelumnya, perempuan yang akrab disapa Ratri itu pun meminta agar kita memahami perbedaan menjadi wirausaha dan pedagang.

“Wirausaha adalah perilaku bisnis yang menciptakan ide usaha untuk menambah nilai jual suatu produk, berbeda dengan pedagang yang hanya bertujuan menjual produk saja,” ujarnya dalam webinar yang diselenggarakan ITS pada Minggu (25/4/2021).

Artinya, berwirausaha ini bisa menjadi pekerjaan sampingan bagi orang dengan latar belakang profesi apapun.

Baca juga : Ini 4 Kebiasaan Kecil yang Harus Dilakukan Pemimpin untuk Kembangkan Bisnis

Kemudian, untuk membuat bisnis kita menjadi sukses, Ratri meyebutkan pentingnya sebuah branding dan selling. Yang mana branding ini ialah upaya untuk membangun citra positif merek atau produk yang dijual agar lebih dikenal masyarakat.

“Pengusaha dengan persiapan modal yang cukup bahkan berlebih, disarankan untuk melakukan branding produk terlebih dahulu. Membangun citra positif di masyarakat akan berdampak pada kelanjutan usaha jangka panjang,” jelasnya.

Sedangkan kegiatan menjual produk atau selling harus dilakukan terlebih dahulu apabila modal usaha yang ada dirasa masih kurang. Karena dengan melakukan selling, kita dapat mengumpulkan dana untuk membiayai branding itu sendiri.

“Ingat, branding tetap penting dilakukan meski penjualan sudah berjalan baik ya, agar dapat membangun citra dan menjalin ikatan dengan konsumen,” tegas mahasiswa angkatan 2017 ini.

Meski kita diharapkan untuk membuat sendiri produk yang akan dijual, namun menurut Ratri jika kita memulai usaha dengan modal minim, menjadi reseller atau distributor bisa menjadi pilihan yang tepat.

“Sebab, produksi mandiri beresiko besar dan banyak faktor-faktor lain yang berpotensi membuat usaha merugi,” tambahnya.

Sebagai penutup, Ratri berpesan untuk memulai usaha tanpa takut gagal. Mengenai apa yang terjadi setelah memulai usaha, biarlah menjadi kejutan untuk diri sendiri dan pelajaran untuk memperbaiki kelemahan.

“Jangan pernah bermimpi untuk berhasil jika memulai saja takut, jadi jangan tunda kesuksesanmu,” pungkasnya.**(Feb)

the authorSherley Agnesia

Tinggalkan Balasan