Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Selasa, September 28, 2021
redaksi@topcareer.id
Tren

Bitcoin semakin Ngetren. Yuk Kenali Mata Uang Digital Ini

El Savador setujui Bitcoin jadi alat pembayaran yang sah.Dok/Pool.com

Topcareer.id – Bitcoin adalah mata uang digital yang muncul pada Januari 2009. Penciptanya menggunakan nama samaran Satoshi Nakamoto yang misterius.

Ya, identitas orang atau beberapa orang yang menciptakan teknologi mata uang digital ini masih menjadi misteri.

Meski demikian, Bitcoin menawarkan janji biaya transaksi yang lebih rendah daripada mekanisme pembayaran online tradisional.

Berbeda dari mata uang yang terbit dari pemerintah, mata uang digital ini pengoperasiannya di bawah otoritas yang terdesentralisasi.

Bitcoin adalah salah satu jenis cryptocurrency. Tidak ada bentuk fisiknya, hanya saldo yang tersimpan di buku besar publik.

Buku besar tersebut aksesnya transparan untuk setiap orang. Semua transaksi mata uang digital ini terverifikasi oleh sejumlah besar daya komputasi.

Bank atau pemerintah mana pun tidak menerbitkan mata uang digital ini dan secara individu juga tidak berharga sebagai komoditas.

Meskipun bukan merupakan alat pembayaran yang sah, mata uang digital yang satu ini sangat populer dan telah memicu peluncuran ratusan mata uang kripto lainnya.

Baca juga: Bill Gates: Hati-Hati Investasi Bitcoin, Bila Kamu Tak Sekaya Elon Musk

Memahami Bitcoin
Sistem bitcoin adalah kumpulan komputer (terkenal sebagai “node” atau “penambang”) yang semuanya menjalankan kode dan menyimpan blockchainnya.

Secara metaforis, blockchain merupakan suatu kumpulan blok. Di setiap blok ada kumpulan transaksi.

Karena semua komputer yang menjalankan blockchain memiliki daftar blok dan transaksi yang sama, maka bisa terlihat secara transparan.

Tidak ada transaksi Bitcoin yang dapat menipu sistem.

Siapapun, apakah mereka menjalankan “node” mata uang digital ini atau tidak, tetap dapat melihat transaksi ini terjadi secara langsung.

Untuk melakukan tindak kejahatan, pelaku perlu mengoperasikan 51% dari daya komputasi yang membentuk mata uang digital ini.

Bitcoin memiliki sekitar 12.000 node pada Januari 2021, dan jumlah ini terus bertambah sehingga membuat serangan kejahatan sangat tidak mungkin

Tetapi, kalaupun terjadi serangan, para penambang mata uang digital ini kemungkinan akan beralih ke blockchain baru yang membuat upaya sang penjahat sia-sia.

Saldo token penyimpanannya menggunakan “kunci” publik dan privat, yang merupakan rangkaian panjang angka dan huruf yang terhubung melalui algoritma enkripsi matematika.

Kunci publik (seperti nomor rekening bank) berfungsi sebagai alamat di mana orang lain dapat mengirim mata uang digital ini.

Untuk kunci pribadi (sebanding dengan PIN ATM) berguna untuk mengotorisasi transmisi mata uang digital ini.

Dan kunci Bitcoin ini tidak sama dengan dompet Bitcoin, yang merupakan perangkat fisik atau digital yang memfasilitasi perdagangan mata uang ini.

Hal ini memungkinkan para penggunanya untuk bisa melacak kepemilikan koin.

Istilah “dompet” sebetulnya agak menyesatkan, karena sifat desentralisasi bitcoin berarti bahwa ia tidak pernah tersimpan “di” dompet.

Penyimpanan mata uang digital ini secara desentralisasi ada di dalam blockchain.**(Feb)

the authorRino Prasetyo

Tinggalkan Balasan