Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Senin, Juni 14, 2021
redaksi@topcareer.id
Covid-19

Jepang Setujui Vaksin Moderna dan AstraZeneca

ilustrasi vaksin covid-19Ilustrasi Vaksin

Topcareer.id – Panel pemerintah Jepang pada Kamis (20/5) merekomendasikan persetujuan vaksin COVID-19 dari Moderna dan AstraZeneca.

Rekomendasi ini muncul akibat banyaknya kritik atas lambatnya program vaksinasi Jepang, padahal dalam waktu dua bulan sudah akan mulai Olimpiade.

Formula Pfizer-BioNTech saat ini merupakan satu-satunya vaksin yang digunakan di Jepang.

Sementara itu vaksinasi masih berjalan kurang dari 2 persen dari populasinya, terutama yang telah menerima vaksin secara penuh.

Pejabat kementerian kesehatan mengatakan kepada AFP bahwa panel “menyimpulkan tidak keberatan” atas persetujuan dua vaksin tersebut.

Dua pusat vaksinasi massal yang akan beroperasi di Tokyo dan Osaka di bawah kendali militer akan mulai buka minggu depan.

Jepang mengharapkan bisa memberikan vaksin Moderna sebanyak dua kali untuk para orang tua terlebih dahulu.

Baca juga: Jepang Alami Lonjakan Covid, IOC: Olimpiade Tetap Aman

Pemerintah Jepang berada di bawah tekanan atas awal vaksinasi yang relatif lambat, dengan aturan ketat yang membutuhkan uji coba domestik tambahan dan birokrasi yang rumit.

Hanya pekerja medis dan lansia yang sejauh ini memenuhi syarat, tanpa kerangka waktu untuk memperluas peluncuran vaksin.

“Vaksinasi adalah kartu as di antara langkah-langkah menghadapi virus corona.” kata Perdana Menteri Yoshihide Suga.

“Seluruh jajaran pemerintah berusaha membentuk sistem di mana kami dapat memvaksinasi sebanyak mungkin orang.”

Keputusan itu diambil setelah ketua Komite Olimpiade Internasional Thomas Bach mengatakan setidaknya tiga perempat atlet dan anggota tim Olimpiade yang tinggal di Tokyo akan menjalani vaksinasi sebelum Olimpiade 23 Juli 2021.

Penyelenggara bersikeras acara tersebut bisa tetap berlangsung dengan aman musim panas ini, meskipun opini publik sebagian besar tetap menentang.

Suga mengatakan mereka bertujuan untuk menyelesaikan vaksinasi untuk yang berusia di atas 65 tahun pada akhir Juli 2021.

Jepang memiliki perjanjian dengan perusahaan obat untuk memberikan dosis vaksin yang cukup untuk seluruh penduduknya, termasuk dosis Moderna dan Pfizer.

Selain itu Jepang juga telah meminta dosis AstraZeneca yang cukup untuk memvaksinasi 60 juta orang.

Awal bulan ini, CEO produsen obat terkemuka Jepang Takeda tengah berdiskusi untuk meningkatkan jumlah total impor Moderna menjadi 100 juta.

Ini menunjukkan bahwa ada kebutuhan yang besar akan vaksinasi di negeri matahari terbit itu.**(Feb)

the authorRino Prasetyo

Tinggalkan Balasan