Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Senin, Juni 14, 2021
redaksi@topcareer.id
Covid-19

Dua Dosis Vaksin COVID-19 Efektif Lawan Virus Corona asal India

Cakupan vaksinasi Covid-19 di RI capai 27 juta dosis.Vaksin. Sumber foto: wsj.com

Topcareer.id – Dosis ganda vaksin COVID-19 hampir sama efektifnya terhadap varian virus corona asal India daripada varian asal Inggris.

Menteri Kesehatan Inggris mengatakan data itu berita baik dan berharap bahwa pemerintah akan mencabut lebih banyak pembatasan COVID-19 bulan depan.

Studi oleh Public Health England (PHE) menemukan vaksin Pfizer 88% efektif melawan penyakit simptomatik dari varian B.1.617.2 dua minggu setelah dosis kedua.

Data dibandingkan dengan efektivitas 93% melawan strain B.1.1.7 yang merupakan varian COVID dominan Inggris.

Dua dosis vaksin AstraZeneca 60% efektif melawan penyakit simptomatik dari varian India daripada dengan efektivitas 66% terhadap varian Inggris.

“Saya semakin yakin bahwa kami berada di jalur yang tepat, karena data ini menunjukkan bahwa vaksin setelah dua dosis bekerja sama efektifnya melawan varian asal India,” Menteri Kesehatan Matt Hancock mengatakan.

Di bawah rencana pemerintah, pencabutan pembatasan virus corona yang tersisa akan berlangsung mulai 21 Juni.

Baca juga: Studi: Satu Dosis Vaksin Covid-19 kurangi Separuh Penularan

Inggris telah mempercepat program vaksinasi tercepat di Eropa sejauh ini, tetapi Inggris menghadapi tantangan baru dari penyebaran varian dari India.

Data yang terbit pada hari Sabtu (22/5) menunjukkan kasus COVID-19 baru di Inggris naik 10,5% dalam tujuh hari.

PM Boris Johnson memerintahkan percepatan dosis kedua yang tersisa ke lebih dari orang berusia 50-an dan yang secara klinis rentan.

Menteri Kesehatan Matt Hancock mengatakan bahwa mendapatkan kedua dosis vaksin COVID-19 “sangat penting.”

Kekhawatiran tentang meningkatnya kasus di Inggris dari varian asal India mendorong Jerman untuk mengkarantina siapa pun yang memasuki negara itu dari Inggris selama dua minggu pada saat kedatangan.

Kepala lembaga kesehatan masyarakat Jerman juga mengatakan vaksin COVID-19 yang ada mungkin kurang efektif terhadap varian B.1.617.2.**(Feb)

the authorRino Prasetyo

Tinggalkan Balasan