Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Rabu, September 22, 2021
redaksi@topcareer.id
Covid-19

Vaksin COVID-19 Moderna Aman dan Efektif untuk Remaja

Topcareer.id – Vaksin COVID-19 Moderna terbukti efektif pada remaja berusia 12-17 tahun dan tidak menunjukkan masalah dalam uji klinis.

Hal ini berpotensi bagi Moderna dalam menyiapkan tahap kedua untuk vaksin bagi anak-anak usia sekolah pada bulan Juli.

Moderna Inc (MRNA.O) sejauh ini vaksinnya telah mendapat otorisasi untuk orang dewasa berusia 18 tahun ke atas.

Moderna akan menyerahkan temuan studi remaja ke Food and Drug Administration (FDA) AS dan regulator lain untuk otorisasi penggunaan darurat.

Regulator AS membutuhkan waktu satu bulan meninjau studi serupa dari Pfizer yang mendapat pengesahan untuk usia 12-15 pada 10 Mei.

Jika Moderna mendapatkan perlakuan yang sama, otorisasinya akan datang pada awal Juli.

Kebanyakan anak dengan COVID-19 hanya mengalami gejala ringan atau tanpa gejala. Namun anak-anak tetap berisiko sakit parah dan menyebarkan virus.

Baca juga: CEO Moderna: Akan Banyak Varian Covid-19 Muncul 6 Bulan ke Depan

Memvaksinasi anak usia 12 hingga 18 tahun secara luas dapat memungkinkan sekolah untuk mendapatkan pelonggaran aturan jarak sosial dan masker.

“Kami menegaskan bahwa mRNA-1273 sangat efektif dalam mencegah COVID-19 pada remaja,” kata Stéphane Bancel, kepala eksekutif Moderna.

Uji coba berlangsung dengan mengevaluasi vaksin pada 3.732 remaja berusia 12 hingga 17 tahun, dua pertiga di antaranya mendapat vaksin dan sepertiga di antaranya mendapat plasebo.

Tujuan utamanya adalah untuk menghasilkan respons imun yang setara dengan yang terlihat pada uji coba Fase 3 pada orang dewasa yang 94,1% efektif mencegah COVID-19.

Dua minggu setelah dosis kedua, peneliti tidak menemukan kasus COVID-19 pada kelompok vaksin daripada 4 kasus pada kelompok placebo.

Sehingga uji coba menghasilkan kemanjuran vaksin dengan skor sempurna 100%.

Peneliti tidak menemukan masalah keamanan baru. Efek samping paling umum yang mungkin terjadi pada pasien setelah dosis kedua adalah sakit kepala, kelelahan, nyeri tubuh dan kedinginan.

Moderna berencana untuk mengirimkan data ke publikasi peer-review. Perusahaan saat ini sedang menguji vaksinnya pada anak kecil berusia 6 bulan.**(Feb)

the authorRino Prasetyo

Tinggalkan Balasan