Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Minggu, Juni 20, 2021
redaksi@topcareer.id
Covid-19

CEO Moderna: Akan Banyak Varian Covid-19 Muncul 6 Bulan ke Depan

varian covid-19Ilustrasi virus corona. (dok. BBC)

Topcareer.id – CEO Moderna Stephane Bancel mengatakan pada Kamis (6/5/2021) bahwa perusahaan memperkirakan lebih banyak varian Covid-19 akan muncul dalam beberapa bulan mendatang saat Belahan Bumi Selatan memasuki musim gugur dan musim dingin.

Bancel mengatakan orang-orang mungkin perlu mendapatkan suntikan penguat dari vaksin Covid-19 dua dosis saat virus beredar secara global.

“Varian baru yang menjadi perhatian terus bermunculan di seluruh dunia. Dan kami percaya bahwa selama enam bulan ke depan, saat Belahan Bumi Selatan memasuki musim gugur dan musim dingin, kami dapat melihat lebih banyak varian memicu perhatian muncul,” kata Bancel dikutip dari CNBC.

Belahan Bumi Selatan itu meliputi Afrika, Australia, sebagian besar Amerika Selatan dan sebagian Asia. “Kami yakin suntikan penguat akan dibutuhkan karena kami yakin virus tidak akan hilang.”

Komentar CEO datang sehari setelah perusahaan mengumumkan suntikan penguat vaksinnya yang menghasilkan respons imun yang menjanjikan terhadap varian B.1.351 dan P.1 yang pertama kali diidentifikasi di Afrika Selatan dan Brasil. Varian tersebut telah menyebar ke negara lain. Data tersebut bersifat awal dan belum ditinjau oleh rekan sejawat.

Baca juga: Suntikan Penguat Moderna Tingkatkan Antibodi Terhadap Varian Covid-19

Vaksin Moderna membutuhkan dua dosis yang diberikan dengan jarak empat minggu. Seperti Pfizer dan Johnson & Johnson, suntikannya sangat efektif terhadap Covid, meskipun eksekutif dan pejabat perusahaan sekarang mengatakan bahwa mereka mengharapkan perlindungan yang kuat tersebut akan berkurang seiring waktu.

Vaksin Pfizer juga merupakan rejimen dua dosis sedangkan imunisasi J&J hanya satu suntikan.

Kamis pagi, Moderna mengatakan penjualan vaksin yang sukses membantu mendorong laba kuartalan pertamanya.

Vaksin Covid-19 Moderna menghasilkan USD1,7 miliar dalam penjualan, menurut laporan pendapatannya. Perusahaan juga menaikkan perkiraan penjualan tahun 2021 untuk vaksinnya menjadi USD 19,2 miliar, naik dari perkiraan sebelumnya sebesar USD 18,4 miliar.

Awal pekan ini, saingannya Pfizer juga menaikkan perkiraan penjualan vaksinnya, memprediksi penjualan setahun penuh sebesar USD 26 miliar.**(Feb)

Tinggalkan Balasan