Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Selasa, Juni 15, 2021
redaksi@topcareer.id
Covid-19

Asia Selatan Lampaui 30 Juta Kasus COVID-19

Ilustrasi. Pixabay

Topcareer.id – Infeksi virus corona di wilayah Asia Selatan melampaui 30 juta pada hari Jumat (28/5).

India yang sedang berjuang dengan gelombang COVID-19 kedua dan kekurangan vaksin di seluruh wilayah memimpin dengan jumlah kasus terbanyak.

Sebagai salah satu negara Asia terpadat kedua di dunia, India mencatat angka kematian COVID-19 tertinggi sejak pandemi mulai 2020 lalu.

Wilayah Asia Selatan seperti India, Bangladesh, Pakistan, Bhutan, Nepal, Maladewa dan Sri Lanka, menyumbang 18% kasus global dan hampir 10% kematian.

Bulan ini India membuka kampanye vaksinasi virus corona untuk semua orang yang berusia 18 tahun ke atas.

Namun, belum mampu memenuhi permintaan vaksin meski menjadi salah satu produsen vaksin terbesar di dunia.

India telah menginokulasi orang-orangnya dengan vaksin AstraZeneca produksi lokal di Serum Institute of India (SII).

Dan juga menggunakan Covaxin dari perusahaan lokal Bharat Biotech dan telah mulai meluncurkan Sputnik V asal Rusia.

Baca juga: PBB: Capai Herd Immunity Jadi Tantangan Negara Berkembang di Asia

Perdana Menteri Narendra Modi telah menghadapi kritik yang meningkat atas kegagalannya untuk mengamankan dosis vaksin karena hanya sekitar 3% dari 1,3 miliar populasi India yang telah menerima vaksinasi penuh.

Untuk memenuhi permintaan domestik, India menghentikan sementara ekspor vaksin pada Maret 2021 setelah menyumbangkan lebih dari 66 juta dosis.

Penghentian tersebut telah membuat negara-negara termasuk Bangladesh, Nepal, Sri Lanka, dan banyak negara di Afrika berebut untuk mendapatkan pasokan alternatif.

Namun, India masih menghadapi kekurangan vaksin dan beberapa pemerintah negara bagiannya dan bahkan kota-kota besar seperti Mumbai.

Penghitungan resmi India untuk infeksi virus corona harian telah menurun dalam beberapa hari terakhir, menawarkan harapan bahwa gelombang kedua surut.

Tetapi ada kekhawatiran serius bahwa banyak infeksi baru tidak terlaporkan, sebagian besar karena kurangnya pengujian di pedesaan.

Hingga Jumat (28/5) India telah melaporkan hampir 27,6 juta kasus dan 318.895 kematian.

Setidaknya 219,17 juta dosis vaksin telah teralokasi di Asia Selatan hingga Jumat (28/5), menurut angka dari Our World in Data.**(Feb)

the authorRino Prasetyo

Tinggalkan Balasan