Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Rabu, Juni 16, 2021
redaksi@topcareer.id
Tren

Yunani Bakal Gunakan Paspor COVID-19, Ini Tujuannya

Topcareer.id – Yunani siap menggunakan sertifikat perjalanan paspor COVID-19 sebelum peluncurannya di seluruh Uni Eropa (UE) 1 Juli 2021.

Hal ini bertujuan untuk menarik wisatawan asing dan menyelamatkan sektor pariwisatanya dari musim panas kedua yang hilang karena virus corona.

Yunani adalah salah satu pendukung awal paspor COVID-19 yang akan memudahkan pembatasan perjalanan Uni Eropa.

Selain itu juga untuk membantu menarik ekonomi negara dari resesi dengan mengangkat pendapatan pariwisata.

Dewan Eropa dan parlemen telah mencapai kesepakatan tentang sertifikat hijau digital menyusul pengambilan vaksinasi yang memungkinkan pencabutan pembatasan virus corona secara luas.

Parlemen Eropa perkiraan akan mengesahkan undang-undang dalam seminggu mulai 7 Juni 2021.

Lebih dari selusin negara UE, termasuk Perancis dan Spanyol, telah setuju untuk menguji sistem paspor COVID-19 sebelum peluncurannya Juli 2021.

Baca juga: Apa Itu Paspor Vaksin COVID-19? Ini Penjelasannya

Paspor COVID akan menunjukkan jika seseorang telah menerima vaksin, memiliki tes negatif baru-baru ini, atau memiliki kekebalan berdasarkan pemulihan.

“Ini sangat, sangat sederhana. Pada dasarnya, itu mencakup semua informasi yang negara butuhkan untuk menyambut pelancong tanpa memberlakukan pembatasan tambahan,” kata Perdana Menteri Kyriakos Mitsotakis pada presentasi izin tersebut hari Jumat (28/5).

“Yunani siap meluncurkan sertifikat digital ini lebih awal dari 1 Juli,” katanya.

Mitsotakis menyerukan kepada negara-negara UE untuk memastikan mereka mematuhi tenggat waktu dan memfasilitasi perjalanan selama musim panas.

Sertifikat atau paspor COVID-19 gratis akan berbentuk kode QR di ponsel pintar atau kertas.

Kode tersebut memungkinkan pihak berwenang menentukan status pengunjung berdasarkan catatan di negara asal mereka di UE.

Yunani, yang mengandalkan pariwisata untuk seperlima ekonominya, hanya mencatat tujuh juta turis dan pendapatan 4 miliar euro pada 2020.

Jumlahnya turun dari rekor 33 juta pengunjung dan pendapatan 18 miliar euro pada 2019.

Mereka mengharapkan kedatangan turis tahun 2021 ini menjadi mencapai setengah level yang terlihat pada 2019.**(Feb)

the authorRino Prasetyo

Tinggalkan Balasan