Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Rabu, Juni 16, 2021
redaksi@topcareer.id
Tren

Desa di Rusia Ini Justru Makmur Berkat Pandemi

Dok/Bridge to MoscowDok/Bridge to Moscow

Topcareer.id – Penduduk sebuah desa Rusia yang sejuk nan indah telah mendapati harga tanah mereka naik berlipat ganda.

Hal ini terjadi ketika orang-orang dari Moskow dan kota-kota besar lain di Rusia mengambil properti di daerah.

Mereka berburu properti di daerah sebagai perlindungan dari COVID-19 di mana mereka dapat bekerja dari jarak jauh.

Krasnaya Polyana (Red Meadow), adalah desa lima jalan yang indah di pegunungan dekat Laut Hitam.

Desa ini terapit oleh pegunungan, memiliki air keran berkualitas baik, udara segar, dan langit biru. Hal yang sulit didapat di Moskow.

Desa ini memiliki 5.000 penduduk, yang merupakan ciri khas Rusia.

Apa yang tidak biasa adalah bahwa di sana ada 20 kafe, restoran, pub dan bar, bersama dengan Wifi yang cepat.

Beberapa restoran sudah ada sebelum pandemi untuk melayani pemain ski yang menggunakan resor, yang dulunya untuk Olimpiade Musim Dingin 2014.

Tetapi penduduk setempat memutuskan untuk buka sepanjang tahun setelah mereka mengatasi kekhawatiran bahwa pengunjung dari Moskow akan membawa COVID-19.

Permintaan untuk rumah kedua yang jauh dari kota besar telah memicu ledakan perumahan di desa tersebut.

Harga tanah Rusia dinilai dalam satuan 100 meter persegi, atau sotka.

Harga satu sotka di Krasnaya Polyana telah naik menjadi 5 juta rubel (USD 68.000) dari 2 juta rubel sebelum pandemi, Nikolai Rogachev, seorang agen penjualan lokal, mengatakan kepada Reuters.

Kemungkinan mencapai 7 juta rubel pada akhir 2021, katanya, karena permintaan yang kuat ketika opsi perjalanan ke luar negeri terbatas.

“Kami menyebutnya kiamat zombie,” kata agen real estat lainnya.

Istilah itu mengacu pada permintaan dari penduduk kota untuk segala jenis properti di desa dan kualitas keterampilan sosial mereka setelah berbulan-bulan dihabiskan di flat perkotaan kecil mereka.

Baca juga: Rusia Bakal Syuting Film Langsung di Luar Angkasa

Harga pondok di desa bervariasi dari 40 juta hingga 900 juta rubel, menurut database real estat CIAN.

Permintaan datang terutama dari pengusaha kaya dari kota-kota besar karena harga di luar Rusia biasa.

Sewa juga meningkat, akibat permintaan dari orang-orang yang bekerja dari jarak jauh dan melihat Krasnaya Polyana sebagai pelarian dari kota.

Bandara berjarak 40 menit berkendara dan jalur hiking bisa mulai langsung dari desa.

“Saya menikmati mendaki jalur gunung dan dapat menemukan teman yang menyenangkan di tempat-tempat lokal di malam hari,” kata Kirill Ryzhonkov, seorang analis data dari Moskow.

Co-working space pun buka telah buka sejak bulan Oktober, terutama untuk spesialis IT dan start-up.

Pemiliknya berharap Krasnaya Polyana menjadi Silicon Valley Rusia, terlepas dari bagaimana pandemi berkembang.

“Orang-orang telah memperhatikan keuntungannya: zona waktu yang sama dengan Moskow, penerbangan 2 jam ke Moskow, bermain ski di musim dingin, laut di musim panas, dan infrastruktur sejuk bekas Olimpiade,” kata Ilya Kreimer, manajer co-working space.**(Feb)

the authorRino Prasetyo

Tinggalkan Balasan