Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Minggu, Juni 20, 2021
redaksi@topcareer.id
Lifestyle

Olahraga Intensitas tinggi Berdampak Buruk bagi Kesehatan

Olahraga. Dok/PressBoxOnline

Topcareer.id – Menurut sebuah studi baru tentang efek molekuler dari olahraga intensitas tinggi, orang-orang yang berolahraga keras mengalami penurunan mendadak dalam fungsi mitokondria mereka.

Hampir semua orang yang tertarik dengan kebugaran sudah familiar pada konsep dan daya tarik olahraga interval intensitas tinggi.

Ini terdiri dari latihan keras yang berulang dan singkat yang diselingi dengan beberapa menit istirahat.

Latihan ini bisa sangat singkat tetapi masih dapat meningkatkan kebugaran aerobik secara substansial dan banyak aspek kesehatan lainnya.

Studi menunjukkan, misalnya latihan yang intens, meningkatkan jumlah mitokondria dalam sel otot, dan lebih banyak mitokondria berkontribusi pada kesehatan seluler dan metabolisme yang lebih baik.

Tetapi penelitian terbaru mulai mengisyaratkan bahwa latihan intensitas tinggi juga mungkin memiliki kerugian yang tidak terduga.

Beberapa peneliti telah melihat bagaimana olahraga intens yang lebih keras atau lebih sering dapat mempengaruhi kesehatan.

Jadi, untuk studi baru, yang terbit dalam jurnal Cell Metabolism, para peneliti di Sekolah Ilmu Olahraga dan Kesehatan Swedia dan Institut Karolinska, mengambil sampel jumlah latihan keras mingguan yang berbeda.

Mereka mulai dengan merekrut 11 pria dan wanita sehat yang berolahraga tetapi bukan atlet kompetitif.

Para sukarelawan mengunjungi laboratorium peneliti untuk tes kebugaran dan kesehatan metabolisme mereka saat ini, termasuk kadar gula darah selama sehari.

Baca juga: Mau Kurangi Depresi? Coba Olahraga 35 Menit Sehari

Kemudian para relawan memulai program latihan yang ambisius. Selama minggu pertama, mereka melakukan dua sesi high training.

Lalu mereka pun membandingkan bagaimana tubuh orang berubah dari minggu ke minggu.

Pada awalnya, temuan itu menggembirakan. Pada akhir minggu kedua, mereka yang berolahraga keras lebih bugar.

Kontrol gula darah harian mereka pun lebih baik dan lebih banyak mitokondria total dalam sel otot mereka.

Tapi ada yang tidak beres selama minggu ketiga. Kemampuan sukarelawan untuk menghasilkan tenaga saat berolahraga keras menunjukkan mitokondria yang tergagap.

Mereka hanya menghasilkan sekitar 60 persen energi seperti selama minggu sebelumnya. Kontrol gula darah juga tergelincir.

Setelah seminggu berolahraga dengan intensitas rendah, mitokondria mereka mulai bangkit, menghasilkan lebih banyak energi, tetapi masih 25 persen lebih sedikit.

Secara keseluruhan, percobaan selama sebulan menunjukkan bahwa olahraga intensitas tinggi tidak boleh berlebihan jika peningkatan kesehatan adalah tujuannya.

Para peneliti tidak yakin dengan pasti perubahan apa yang terjadi dalam tubuh dan otot sukarelawan mereka yang memicu hasil negatif pada minggu ketiga.

Meski begitu, temuan ini sangat menyarankan bahwa siapa pun yang tertarik dengan pelatihan interval intensitas tinggi, mulailah dari yang kecil.**(Feb)

the authorRino Prasetyo

Tinggalkan Balasan