Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Rabu, Juni 23, 2021
redaksi@topcareer.id
Covid-19

Kasus Positif Covid-19 Meledak, Ini Analisis Epidemiolog UGM

Kasus Positif Covid-19 Meledak, Ini Analisis Epidemiolog UGMVirus corona COVID-19. (ilustrasi: pexels)

Topcareer.id – Pasca libur lebaran, kasus positif Covid-19 mengalami lonjakan. Bahkan, di beberapa daerah seperti Kudus, Jawa Tengah dan Bangkalan, Madura kasus Covid-19 meningkat hingga puluhan kali lipat. Epidemiolog Universitas Gadjah Mada lantas memberikan analisisnya.

Epidemiolog UGM, dr. Riris Andono, atau akrab disapa dokter Doni menilai peningkatan lonjakan kasus positif Covid-19 bisa disebabkan oleh klaster mudik kemarin dikarenakan mobilitas warga di saat lebaran meningkat.

“Dengan atau tanpa mudik, apabila mobilitas meningkat ketika sudah ada transmisi lokal, penularan juga akan meningkat,” kata dia, dikutip dari rilis berita, Kamis (10/6/2021).

Seperti diketahui, peningkatan kasus di Kudus misalnya, ditengarai oleh Satgas Covid-19 berasal dari klaster ziarah makam yang menyebabkan naiknya kasus tersebut.

Sementara Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, menyebutkan justru klaster keluarga yang menjadi penyebab naiknya kasus Covid-19 di Kudus.

Menurut Doni, untuk mengetahui penyebab naiknya kasus di Kudus harus ada data secara riil soal seberapa besar kunjungan ke makam, lalu seberapa jauh kedisiplinan masyarakat dan faktor lainnya.

Baca juga: Presiden Targetkan 1 Juta Dosis Vaksin Covid Per Hari Pada Juli

“Kalau tidak ada data riil ya tidak bisa ditarik kesimpulan yang mana secara pasti. Yang bisa diberikan adalah penjelasan kemungkinan. Baik mobilitas, maupun kepatuhan pada protokol atau keduanya berkontribusi pada peningkatan kasus,”paparnya.

Lebih jauh ia menjelaskan bahwa untuk membedakan kemungkinan-kemungkinan tersebut juga tidak terlalu relevan sebab strategi pengendalian penularan itu memerlukan kombinasi antara melakukan restriksi dan meningkatkan kepatuhan masyarakat pada protokol kesehatan.

“Saya tidak bisa membuat kesimpulan yang pasti. Tetapi yang terlihat di masyarakat adalah banyak ketidakpercayaan terhadap adanya Covid-19,” ujarnya.

Ia menambahkan, hal ini bisa disebabkan karena ketidaktahuan mereka tentang Covid-19, disinformasi terkait Covid-19, maupun mungkin juga kejenuhan terhadap situasi yang tidak menentu secara berkepanjangan.

Menurut Doni, salah satu upaya pemerintah dan Satgas Covid-19 untuk saat ini adalah menekan laju mobilitas warga. Sebab, kata dia, apabila transmisi di komunitas meningkat tinggi maka risiko penularan juga akan meningkat.

Tinggalkan Balasan