Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Sabtu, Juni 19, 2021
redaksi@topcareer.id
Lifestyle

Studi: Smartphone Pengaruhi Berat Badan Atau Obesitas

Topcareer.id – Studi baru menemukan bahwa remaja yang menggunakan smartphone lebih dari 2 jam per hari secara signifikan lebih mungkin untuk makan lebih banyak makanan olahan dan lebih sedikit buah dan sayuran.

Penelitian itu berasal dari Korea Selatan yang menganalisis data lebih dari 53.000 remaja Korea dari Korea Youth Risk Behavior Web-Based Survey.

Selain itu, beradasar studi tersebut, remaja yang menghabiskan lebih dari 3 jam per hari pada smartphone secara signifikan lebih mungkin mengalami kelebihan berat badan atau obesitas.

“Hasil ini tidak mengejutkan saya mengingat waktu layar (screen time) adalah aktivitas yang benar-benar tidak aktif yang menghabiskan waktu di mana remaja dapat berpartisipasi dalam olahraga atau aktivitas fisik lainnya,” Dr. Rekha B. Kumar, Direktur medis dari American Board of Obesity Medicine, dikutip Healthline.

Hasil lain dari penelitian ini meliputi:

Remaja yang menghabiskan setidaknya 5 jam untuk smartphone setiap hari lebih mungkin untuk minum minuman manis berkarbonasi dan nonkarbonasi, dan makan makanan cepat saji, keripik, dan mie instan dibandingkan dengan responden yang menghabiskan kurang dari 2 jam sehari di telepon mereka.

Responden yang menggunakan ponsel untuk mencari informasi memiliki perilaku makan yang lebih sehat dibandingkan responden yang menggunakan ponsel untuk mengobrol, menggunakan messenger, bermain game, menonton video, mendengarkan musik, dan terhubung di media sosial.

Baca juga: Alami Depresi? Coba Tidur Dan Bangun Lebih Awal

Remaja yang sebagian besar menggunakan ponsel untuk bermain game, menonton video, mendengarkan musik, atau membaca webtoon atau novel web lebih cenderung mengalami kelebihan berat badan atau obesitas.

Membentuk kebiasaan buruk tanpa disadari

Waktu dapat berlalu dengan cepat ketika layar di tangan, sehingga mudah untuk makan sambil menelepon dan tidak memperhatikan jumlah makanan yang kamu konsumsi.

“Ketika kita tidak sadar tentang makan kita (yang terjadi saat kita makan sambil melihat layar), kita cenderung makan berlebihan,” kata Christina Brown, pelatih penurunan berat badan.

“Kita mengemil tanpa berpikir, atau makan terlalu cepat, yang tidak memberikan cukup waktu bagi sistem pencernaan kita untuk memberi sinyal ke otak bahwa kita sudah kenyang, jadi kita makan melewati titik kenyang,” ujar Christina Brown.

Dia mengatakan pandemi berkontribusi pada hal ini, karena jarak sosial memaksa remaja dan orang dewasa menggunakan layar untuk sekolah, bekerja, dan interaksi sosial dengan teman dan keluarga.

Peneliti dari studi Korea menambahkan bahwa pemasaran makanan tidak sehat yang menargetkan remaja juga bisa menambah masalah.**(Feb)

Tinggalkan Balasan