Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Sabtu, Juli 24, 2021
redaksi@topcareer.id
Tren

Ini 3 Perbedaan Kartu Prakerja dengan Bansos Pemerintah Lainnya

Kartu Pra Kerja. (dok. Harian Rakyat Online)

Topcareer.id – Pada April 2020 lalu, pemerintah secara resmi meluncurkan program “Kartu Prakerja.” Terobosan ini pun mendapat respon positif dari masyarakat.

Hal ini dapat dilihat dari antusias masyarakat pun yang cukup tinggi ketika mendaftar dan mengikuti program satu ini.

Bagaimana tidak, pasalnya para pengangguran ataupun mereka yang baru mulai memasuki dunia kerja bakal mendapat sejumlah insentif hingga berbagai pelatihan yang dapat meningkatkan kemampuan sesuai keinginan mereka.

Direktur Eksekutif Manajemen Pelaksana Program Kartu Prakerja Denni Puspa Purbasari pun mengatakan 3 alasan mengapa program pelatihan di kartu prakerja ini bisa menjadi primadona dibandingkan program pelatihan pemerintah yang sudah ada.

“Pertama, konten pelatihan yang beragam, kekinian, praktis, dan relevan dengan dunia kerja. Ada yang pendek maupun panjang, ada yang webinar maupun self-paced video,” ujarnya kepada Topcareer.id, Senin (14/6/2021).

Baca juga: Cara Meningkatkan Soft Skill Di Tempat Kerja

Kemudian menurut Deputi Ekonomi Kepala Staf Kepresidenan 2015-2020, alasan kedua adalah adanya kebebasan peserta untuk memilih pelatihan.

“Ada lebih dari 1.500 pelatihan di ekosistem Kartu Prakerja yang dapat dipilih dan dikombinasikan oleh para penerima Kartu Prakerja sesuai minat dan bakat masing-masing,” tambahnya.

Dan alasan terakhir yakni 179 lembaga pelatihan yang terdaftar mampu menghadirkan hasil yang positif dalam harga.

Kualitas dan layanan, dan dana pelatihan ini murni dipakai untuk kursus daring, bukan untuk komponen lain seperti seragam, sepatu, tempat tinggal, makan, transportasi dan lain-lain, sehingga uang yang diterima para peserta untuk latihan dapat dimanfaatkan secara penuh.

“Dengan anggaran hanya Rp 1 juta untuk tiap penerima Kartu Prakerja, seorang peserta bisa membelanjakan hingga 18 jenis pelatihan yang berguna untuk meningkatkan keterampilan dirinya,” pungkasnya.**(Feb)

the authorSherley Agnesia

Tinggalkan Balasan