Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Sabtu, Juli 24, 2021
redaksi@topcareer.id
Tips Karier

Begini Cara yang Benar dalam Meminta Kenaikan Gaji (Bagian 1)

Topcareer.Id – Hampir semua pekerja menginginkan kenaikan gaji, terutama di masa sekarang ini dimana kebutuhan sehari-hari banyak yang sedang naik.

Namun, meminta kenaikan gaji bukanlah hal yang sesederhana itu. Apalagi di masa pandemi, tepatnya ketika banyak perusahaan merugi dan bahkan ada yang sampai gulung tikar.

Oleh karena itu, agar tidak ditolak, atau sampai menimbulkan kesan buruk di mata atasan, ada baiknya untuk mempertimbangkan sejumlah hal sebelum mengajukan kenaikan gaji.

Berikut di antaranya, seperti dikutip dari The Balance Careers berikut ini.

Bagian pertama dari artikel

Lakukan Riset
Kisaran gaji dapat sangat bervariasi, tergantung perusahaannya. Namun, bukan berarti mustahil bagi kamu untuk mendapatkan gaji yang sesuai dengan pekerjaan yang kamu lakukan.

Beberapa situs seperti Glassdoor, PayScale, dan Salary.com menawarkan gambaran perhitungan gaji berdasar jabatan, dan lamanya kita mengabdi di sebuah perusahaan. Ini juga seharusnya mencakup keterampilan dan sertifikasi yang kamu punya.

Namun, ini semua tak bisa dijadikan pegangan mutlak. Coba lihat kondisi perusahaanmu sekarang untuk mencari tahu apakah memungkinkan bagi mereka untuk menaikkan gajimu.

Kalau tidak, kamu juga bisa menegosiasikan beberapa hal yang tetap menguntungkanmu meski tak berbentuk uang.

Baca juga: Diterima Kerja tapi Gaji Kecil? Hindari Lakukan 2 Hal Ini

Contohnya seperti waktu istirahat yang lebih banyak atau asuransi kesehatan yang lebih baik. Pertimbangkan semuanya berdasar data, bukan emosi yang sedang kamu rasakan.

Bersiaplah untuk penilaian lain
Di dunia yang sempurna, keterampilan dan kualifikasi kamu akan menjadi satu-satunya hal yang penting selama negosiasi gaji.

Tapi kita tidak hidup di dunia yang sempurna. Setiap orang memiliki bias dan, sayangnya, ini termasuk penilaian atasan kamu.

Oleh karena itu, jangan kaget apabila ada penilaian lain yang muncul ketika kamu menegosiasikan ini.

Yang pasti, semakin kamu bisa menjawab dan menyiasati penilaian bias tersebut dengan baik, maka kamu akan bisa memenangkan argumen dalam hal kenaikan gaji.

Sekali lagi, lakukan dengan hati-hati, tanpa emosi yang berlebihan. Siapkan juga pencapaian-pencapaian terbaikmu yang bisa jadi senjata utamamu dalam menghadapi penilaian bias tersebut.

Ingat, sekali lagi, jangan patah hati jika permintaanmu tidak disetujui. Dalam beberapa kasus, penolakan bisa terjadi karena anggaran yang perusahaan miliki sudah terlanjur ditetapkan untuk hal lain.

Namun demikian, dengan kamu bersuara, setidaknya ada kemungkinan bagi atasan untuk memasukkan rencana kenaikan gaji kamu dalam anggaran tahunan perusahaan berikutnya.**(Feb)

the authorSherley Agnesia

Tinggalkan Balasan