Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Kamis, Januari 20, 2022
redaksi@topcareer.id
Covid-19

Data di Swiss Tunjukkan Orang yang Divaksin Jarang Terkena COVID-19

Ilustrasi suntik vaksin. Dok/ShutterstockIlustrasi suntik vaksin. Dok/Shutterstock

Topcareer.id – Swiss akan mengizinkan acara publik besar dengan 10.000 lebih orang mulai Sabtu (26/6).

Pengumuman ini datang ketika pemerintah menunjukkan data bahwa vaksin membantu mengendalikan infeksi virus corona varian baru.

Hanya 209 dari 180.000 infeksi baru yang tercatat di Swiss antara 27 Januari dan 21 Juni terjadi pada orang yang divaksinasi penuh dengan suntikan dari Moderna atau Pfizer.

Penelitian dipelajari menggunakan pengurutan genetik yang melibatkan varian Alpha asal Inggris.

Selain itu, hanya satu terobosan infeksi telah dilaporkan untuk varian Delta asal India yang lebih menular.

“Saat ini tidak ada bukti bahwa varian Delta menghasilkan lebih banyak terobosan vaksin daripada Alpha,” kata juru bicara Kementerian Kesehatan.

Satu studi, dari Skotlandia, menunjukkan varian Delta dapat melipatgandakan risiko rawat inap.

Sementara itu vaksin Pfizer dan AstraZeneca dinilai efektif terhadap varian delta dari India.

Baca juga: Wow! 7 Sekolah Termahal Sejagat Ini Semuanya Ada di Swiss

Inggris, yang telah menunda pembukaan kembali sepenuhnya karena kasus meningkat meskipun tingkat vaksinasi tinggi.

Negara kerajaan tersebut telah memangkas jarak yang direkomendasikan antara suntikan COVID-19 pertama dan kedua menjadi delapan minggu dari 12 minggu untuk beberapa kelompok populasi.

Keputusan ini diambil karena varian Delta yang menyebar cepat dan vaksin menunjukkan perlindungan jauh lebih tinggi setelah dosis kedua.

Di Swiss, 2,6 juta dari 8,6 juta penduduknya telah menerima dua dosis vaksin mRNA dari Moderna dan Pfizer.

Sementara lainnya sebanyak 1,5 juta orang telah menerima satu suntikan dan sedang menunggu booster.**(Feb)

the authorRino Prasetyo

Tinggalkan Balasan