Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Selasa, September 21, 2021
redaksi@topcareer.id
Tips Karier

Hindari 7 Kata Ini agar tak Dianggap Sombong saat Interview (Bagian 1)

Topcareer.id – Ya, ada garis tipis antara menyombongkan diri dan percaya diri, dan sangat mudah untuk melangkah di garis itu. Setiap kandidat dalam interview kerja selalu ingin melakukan yang terbaik untuk menonjol dari kandidat lain. Kadang-kadang ini bisa tampak seperti menyombongkan diri.

Perhatikan kata-katamu saat wawancara kerja. Melansir Ladder, berikut tujuh kata yang harus dihindari dalam wawancara agar tidak terdengar seperti sedang membual atau menyombongkan diri.

1. Rendah hati

Kamu tidak perlu berkeliling memberi tahu orang-orang betapa rendahnya hatinya dirimu. Menggunakan kata ini dapat memiliki efek sebaliknya dan membuat kamu terdengar seperti sedang membual. Bahkan penelitian dari APA PsychNet ini menemukan bahwa “rendah hati” adalah cara yang tidak efektif untuk menampilkan diri.

Strategi terbaik adalah menunjukkan kepada orang-orang bahwa kamu rendah hati daripada memberi tahu mereka. Ini dilakukan dengan membicarakan proyek yang kamu kelola tetapi berhasil karena upaya timmu. Gunakan cerita dan contoh yang menunjukkan kerendahan hatimu.

2. Mandiri

Meskipun bermaksud baik, memberi tahu manajer perekrutan bahwa kamu mandiri mungkin bukan ide terbaik. Itu bisa terlihat sebagai egois, dan kamu tidak membutuhkan bantuan dari orang lain.

Baca juga: Cara Atasi Tantangan Dalam Perjalanan Karier

Kamu mungkin bersungguh-sungguh tidak membutuhkan perangkat genggammu melalui proyek, dan kamu tidak perlu dikelola secara mikro. Namun, manajer yang mendengar itu akan berasumsi kamu mungkin bukan orang yang ramah, dan kamu tidak bisa bekerja sama dengan orang lain.

3. Menyenangkan

Menggunakan istilah “menyenangkan” untuk menggambarkan dirimu akan terlihat sangat canggung. Digambarkan sebagai menyenangkan adalah kata yang harus digunakan orang lain untuk menggambarkanmu, bukan kamu. Selain itu, ini adalah kata subjektif karena, kemungkinan besar, setidaknya ada satu orang lain di dunia ini yang tidak menyukaimu – dan tidak apa-apa.

Daripada menggambarkan diri sebagai orang yang menyenangkan, gunakan strategi untuk menunjukkan kepada perekrut bahwa kamu bergaul dengan orang lain. Misalnya, menggambarkan situasi di mana kamu bisa membuat dua pihak yang tidak setuju untuk mengesampingkan perbedaan mereka dan bekerja sama.**(Feb)

Tinggalkan Balasan