Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Kamis, Januari 20, 2022
redaksi@topcareer.id
Tren

Anies Segel Perusahaan yang Bandel Nyuruh Karyawannya Masuk

Anies Baswedan

Topcareer.id – Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan kembali melakukan sidang di sektor perkantoran pada masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat.

Ia menemukan beberapa perusahaan non esensial maupun non kritikal yang masih bandel dengan menyuruh karyawannya bekerja dari kantor atau work from office (WFO).

“Kami menemukan masih ada kantor-kantor yang bukan sektor esensial dan kritikal, tapi masih tetap meminta karyawannya datang bekerja di kantor. Ini bukan sekadar pelanggaran peraturan PPKM Darurat yang dibuat pemerintah, ini adalah pelanggaran atas tanggung jawab kemanusiaan,” ujar Anies pada Selasa (6/7/2021).

Tak hanya itu, Anies juga menemukan perusahaan-perusahaan yang bergerak di bidang esensial dan kritikal menerapkan WFO melebihi kapasitas yang telah ditentukan.

Tak perlu waktu lama, Anies pun memerintah jajarannya untuk menyegel semua kantor yang berani melanggar aturan tersebut.

Baca juga: 8 Keterampilan Penting Untuk Kesuksesan Karier 

“Kantor-kantor yang melanggar langsung disegel, ditutup kantornya, semua karyawannya dipulangkan untuk bekerja dari rumah dan pemilik atau manajer kantornya diproses hukum oleh kepolisian,” jelasnya.

Menurut Anies, hal ini dilakukan demi melindungi dan kebaikan semua orang, termasuk para pekerja.

“Jangan ada lagi, pemilik dan petinggi perusahaan bisa WFH di rumah dengan aman, sementara pekerjanya diharuskan pergi dari rumah, masuk kerja dan ambil resiko. Ayo, semua harus ikut ambil tanggung jawab itu,” tegasnya.

Sebagai penutup, orang nomor satu di ibu kota itu mengimbau agar masyarakat segera melaporkan jika menemukan perusahaan melanggar aturan PPKM Darurat ini.

“Bila tempat Anda bekerja bukan sektor esensial, tapi masih masuk 100% atau sektor esensial tapi yang WFO lebih dari 50%, segera laporkan lewat JAKI secara anonim, kerahasiaan pelapor dijamin,” pungkasnya.**(Feb)

the authorSherley Agnesia

Tinggalkan Balasan