Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Sabtu, Oktober 23, 2021
redaksi@topcareer.id
Profesional

6 Etika Profesional Kerja yang Malah Berdampak Buruk (Bagian 2)

Sumber foto: Negative SpaceSumber foto: Negative Space

Topcareer.id – Pada 2021 ini dan setelah lebih dari setahun pandemi, ada banyak perubahan di ruang kerja atau lingkungan kerja. Ada beberapa etika profesional kerja yang tadinya masih dilakukan sekarang bukan lagi dianggap norma.

“Selain lanskap bisnis yang berubah, kami juga melihat evolusi ruang kerja secara simultan. Etiket yang dulunya dianggap norma, seperti tidak pernah makan di meja, sekarang itu menggelikan,” kata Alex Magnin, pakar teknologi konsumen dan monetisasi digital, dikutip dari Ladders.

Dari tidak pernah mendiskusikan gaji dengan rekan kerja hingga bersikap sangat rendah hati tentang pujian, berikut etika profesional yang kontraproduktif atau malah membawa keburukan karier dan terkesan usang.

4. Jangan pernah menyela

Ada garis tipis antara mendengarkan secara aktif dan menjadi efektif dalam mengelola sumber daya yang berharga seperti waktu.

“Sulit untuk menemukan jalan tengah yang sangat penting, terutama selama diskusi panjang berbasis kelompok. Di satu sisi, kamu tidak ingin menyela poin penting, tetapi pada saat yang sama kamu tidak ingin speaker berdengung lebih lama dari yang seharusnya — itu bisa menjadi pemborosan waktu yang besar,” kata Karl Hughes, pendiri dari Draft.dev.

Ia menambahkan, etiket profesional mengharuskanmu memberi responden waktu untuk berkomunikasi dengan benar dan kamu berlatih mendengarkan secara aktif.

Baca juga: 8 Cara Menyelesaikan Pekerjaan Sebelum Jam 2 Siang (Bagian 1)

“Saya akan mengusulkan bahwa, sebagai profesional, terserah pada kita untuk memahami kapan harus mendengarkan atau menyela. Tapi kata-kata itu penting. Hanya karena kamu menyela tidak berarti kamu harus bersikap kasar atau memberikan nada negatif.”

5. Bercandaan soal istri

Ada saat ketika mengikuti kebiasaan klub anak laki-laki membuat lelucon istri akan membantumu berbaur dan membangun hubungan baik. Tapi itu adalah praktik usang dan berbahaya yang harus dihentikan karena menghalangi membawa beragam perspektif ke tempat kerja, kata Rebecca Wise, presiden nonprofit Business and Professional Women of Maryland.

“Saya terus-menerus melihat pria membuang-buang waktu dalam pertemuan dengan ritual ikatan lucu seperti mengeluh tentang istri mereka atau mengolok-olok kebangsaan satu sama lain. Itu tidak hanya menyinggung, tetapi juga tidak menghasilkan apa-apa,” katanya.

6. Menepis pujian

Menjadi terlalu rendah hati tentang pujian juga merupakan norma lama yang dapat menghambat pekerja wanita.

“Menolak pujian ketika diberikan oleh manajemen benar-benar melemahkan kemampuanmu dan dapat membuatmu terlihat tidak percaya diri dalam pekerjaan,” kata Charlotte Spence, Kepala Penelitian Kesehatan Tidur di Mattress Nerd.

Dibanding mengatakan ‘Tidak apa-apa,’ ketika atasan atau kolega memberi selamat kepadamu atas pekerjaan yang dilakukan dengan baik, katakan Terima kasih atas dukungannya.**(Feb)

Tinggalkan Balasan