Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Selasa, Juli 5, 2022
redaksi@topcareer.id
Tren

Kota Ini Tidak Mendapat Sinar Matahari Selama 5 Bulan dalam Setahun. Ini yang Dilakukan Penduduknya

Topcareer.id – Ada beberapa kota di dunia yang memang secara alami kekurangan sinar matahari setiap tahunnya, salah satunya Rjukan di Norwegia.

Sinar matahari merupakan aspek penting dalam hal kesehatan, suasana hati yang baik, dan kesejahteraan manusia secara keseluruhan.

Terus menerus berada dalam kegelapan yang konstan tentunya akan membuat suasana menjadi kurang bersemangat.

Rjukan merupakan sebuah kota yang terletak di barat laut Oslo, Norwegia, terkenal sebagai salah satu kota paling gelap di dunia.

Populasinya hanya sekitar tiga ribu penduduk, kota ini mendapatkan namanya dari Air Terjun Rjukan, sebuah air terjun yang menyediakan akses untuk menghasilkan listrik dalam jumlah besar bagi seluruh warga.

Kota ini setiap tahun tidak mendapat sinar matahari selama bulan September hingga Maret karena letak geografisnya.

Di sebagian lain Norwegia bisa dikatakan hampir sepanjang tahun cerah karena matahari juga tetap bersinar di tengah malam.

Namun kota Rjukan berbeda karena pegunungan yang mengelilinginya, ini mengakibatkan kota tersebut tidak mendapat sinar matahari sehingga kota ini gelap.

Untuk mengatasi hal itu, penduduk kota Rjukan memasang cermin raksasa di atas gunung yang berfungsi untuk memantulkan sinar matahari ke seluruh kota

Cermin bertenaga surya yang ditempatkan 450 meter di atas kota ini melacak pergerakan matahari. Dan ide ini membuat Rjukan populer.

Ide unik tersebut menarik banyak wisatawan baik domestik maupun luar negeri datang ke Norwegia.

Baca juga: Wow! Matahari Buatan Korea Selatan, Hasilkan Panas 100 Juta Derajat Celsius

Cermin matahari ini pertama kali idenya dikemukakan oleh pendiri kotanya yakni Mr. Sam Eyde pada tahun 1913.

Mr. Sam sangat memahami pentingnya peranan matahari dalam kehidupan sehari-hari. Namun sayang saat mencoba membuatnya ia tidak berhasil.

Namun, idenya diambil kembali dan diwujudkan oleh Martin Andersen pada tahun 2005, seorang seniman di kota Rjukan.

Akhirnya pada 2013, cermin tersebut secara resmi dipasang, tepat 100 tahun setelah ide tersebut lahir.**(RW)

the authorRino Prasetyo

Tinggalkan Balasan