Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Rabu, Juli 6, 2022
redaksi@topcareer.id
Tren

Sejarah Penggunaan Masker Ketika Penduduk Dunia Hadapi Wabah Penyakit

Topcareer.id – Masker adalah salah satu alat yang paling sederhana, murah, dan paling efektif untuk perang melawan COVID-19.

Tahukah kamu, masker medis yang kamu pakai sekarang untuk melindungi diri dari virus sudah ada sejak seratusan tahun lalu.

Baca terus artikel ini untuk mengetahui lebih dalam tentang sejarah masker dalam mencegah wabah dan pandemi.

Epidemi Manchuria Tahun 1919 – 1911

Praktik memakai masker wajah untuk mencegah penyakit dapat ditelusuri kembali ke epidemi Manchuria 1910-11 di Cina.

Wu Lien-teh, seorang dokter Cina lulusan Cambridge menggambarkan masker sebagai ‘alat profilaksis’ yang dapat dipakai oleh semua orang untuk melindungi diri dari wabah.

Satu abad kemudian, masker tetap menjadi alat yang sederhana namun efektif untuk kita melawan penyakit menular.

Flu Spayol

Dalam dekade yang sama dengan epidemi Manchuria, lebih dari 40 juta orang di seluruh dunia kehilangan nyawa mereka karena flu Spanyol tahun 1918.

Jumlah ini lebih besar dari total korban dari Perang Dunia I. Wabah yang sama, ketika mencapai India, tiba sebagai demam Bombay dan merenggut 17 juta nyawa, 40% dari total kematian di seluruh dunia.

Baca Juga: Virus-Virus Mematikan di Bumi (bagian 1)

Virus-Virus Mematikan di Bumi (bagian 2)

Praktek menutup wajah dengan selendang dan cadar dengan maksud untuk menangkal penyakit berasal dari periode ini dan bertahan sampai memudar menjelang akhir tahun 1919.

Epidemi influenza Tahun 1934

Pada tahun 1923, gempa bumi Great Kanto di Jepang diikuti oleh badai api yang menghancurkan reaktor Fukushima dan membocorkan radiasi.

Langit Jepang pun dipenuhi abu selama berbulan-bulan. Produksi masker melonjak dan menjadi kebutuhan bagi penduduk Tokyo dan Yokohama.

Epidemi influenza pada tahun 1934 memicu hubungan yang berbeda dengan masker bagi orang Jepang, yaitu kesopanan sosial.

Orang yang terinfeksi berhati-hati untuk tidak menularkan kuman kepada orang lain, dan masker tidak lagi hanya dikenakan oleh orang sehat yang berusaha menghindari penyakit.

Memakai masker bukan hal baru, pandemi COVID-19 nya yang baru
Hari ini, perlindungan paling terjangkau yang tersedia terhadap virus corona yang menyebabkan COVID-19 ada di depan wajah kita.

Ada alasan yang sangat bagus untuk memakai masker:

  • Memakai masker mengurangi kemungkinan dan jumlah orang yang dapat terinfeksi oleh orang yang membawa penyakit.
  • Masker dirancang untuk mencegah keluarnya sejumlah besar tetesan yang dikeluarkan dari hidung dan mulut.
the authorRino Prasetyo

Tinggalkan Balasan