Find Us on Facebook

Instagram Gallery

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Selasa, September 21, 2021
redaksi@topcareer.id
Lifestyle

Waspada, Ini 6 Efek Makanan Cepat Saji pada Tubuh (Bagian 2)

Junk Food

Topcareer.id – Kadang, mampir ke restoran fast food (makanan cepat saji) lebih mudah dilakukan daripada menyiapkan makanan, dan ini malah yang sering terjadi. Meskipun makan malam cepat saji sesekali tidak ada salahnya, kebiasaan makan di luar bisa berdampak buruk pada kesehatan.

Melansir Healthline, ini efek yang terjadi pada tubuhmu jika punya kebiasaan makan makanan cepat saji (fast food).

4. Efek pada sistem reproduksi

Bahan-bahan dalam junk food dan fast food mungkin berdampak pada kesuburanmu. Satu studi menemukan bahwa makanan olahan mengandung ftalat. Phthalates adalah bahan kimia yang dapat mengganggu cara kerja hormon dalam tubuh. Paparan bahan kimia tingkat tinggi ini dapat menyebabkan masalah reproduksi, termasuk cacat lahir.

5. Efek pada sistem integumen (kulit, rambut, kuku)

Makanan yang kamu makan dapat memengaruhi penampilan kulitmu, tetapi itu mungkin bukan makanan yang kamu curigai. Di masa lalu, cokelat dan makanan berminyak seperti pizza menjadi penyebab munculnya jerawat, tetapi menurut Mayo Clinic, itu adalah karbohidrat.

Baca juga: Waspada, Ini 6 Efek Makanan Cepat Saji pada Tubuh (Bagian 2)

Makanan kaya karbohidrat menyebabkan lonjakan gula darah, dan lonjakan kadar gula darah yang tiba-tiba ini dapat memicu jerawat. Temukan makanan yang membantu melawan jerawat.

Anak-anak dan remaja yang makan makanan cepat saji setidaknya tiga kali seminggu juga lebih mungkin untuk mengembangkan eksim, menurut sebuah penelitian. Eksim adalah kondisi kulit yang menyebabkan iritasi pada kulit yang meradang dan gatal.

6. Efek pada sistem rangka (tulang)

Karbohidrat dan gula dalam makanan cepat saji dan makanan olahan dapat meningkatkan asam di mulutmu. Asam ini dapat merusak email gigi. Saat email gigi menghilang, bakteri dapat bertahan, dan gigi berlubang dapat berkembang.

Obesitas juga dapat menyebabkan komplikasi dengan kepadatan tulang dan massa otot. Orang yang mengalami obesitas memiliki risiko lebih besar untuk jatuh dan patah tulang. Penting untuk terus berolahraga untuk membangun otot, yang menopang tulang, dan menjaga pola makan yang sehat untuk meminimalkan pengeroposan tulang.**(Feb)

Tinggalkan Balasan