Find Us on Facebook

Instagram Gallery

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Sabtu, Januari 22, 2022
redaksi@topcareer.id
Covid-19

Wah, Ternyata Ada Alat Deteksi Kerumunan Lho

Topcareer.id – Dimasa pandemi ini pemerintah mengimbau agar masyarakat tidak menggelar acara yang dapat menimbulkan kerumunan. Sebab berkumpulnya orang di satu tempat dipercaya menjadi cara virus corona menyebar dan berkembang.

Oleh sebab itu, sekelompok mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) yakni Zulfa Andriansyah, M. Ihsanur Adib, Wahyu Afrizal Bahrul Alam, Malik Al-Aminullah Samansya dan Najmuddin Muntashir ‘Abdussalam mengembangkan sistem yang dapat mendeteksi kerumunan sekaligus menampilkan informasi kapan dan dimana kerumunan itu terjadi.

“Sistem ini diberi nama Syncrom atau kepanjangan dari System of Detection and Crowd Mapping ini dibuat berbasis berbasis Deep Learning dan WebGIS. Sistem ini dapat mendeteksi adanya kerumunan dengan menyajikan informasi jumlah massa dan menampilkan visualisasi kondisi di lapangan baik waktu dan tempat terjadinya kerumunan secara near realtime (mendekati realtime),” ujar Zulfa pada Rabu (3/8/2021).

Baca Juga: Psikolog UGM Ungkap Faktor Stres WFH dan Cara Mengatasinya

Bahkan diketahui sistem pemantauan inipun akan terus mengupdate data setiap 30 detik dan bisa dilakukan secara terus-menerus selama 24 jam.

Lebih lanjut, Zulfa menjelaskan Syncrom ini mendeteksi kerumunan melalui input data visual yang diproleh melalui CCTV lewat web cam yang terhubung dengan komputer lokal yang sebelumnya telah diprogram dengan deep learning untuk mendeteksi keberadaan manusia dan memprediksi kerumunan di suatu lokasi diteruskan ke sistem untuk dianalisis.

Setelah itu, hasil data dikirimkan ke WebGIS dalam bentuk informasi terkait lokasi, waktu, dan jumlah kejadian kerumunan yang berada di satu lokasi terpantau CCTV.

Baca Juga: Ahli dari UGM Berbagi Tips Sehat Konsumsi Daging

“Jika data yang muncul menunjukkan adanya kerumunan maka voice alert akan berbunyi untuk memberikan peringatan,” tambahnya.

Kedepannya Zulfa dan tim merencanakan menambahkan fitur berupa text alert untuk mempermudah petugas dalam pemantauan.

“Misalnya, ketika petugas sedang tidak berada di ruang kontrol tetap dapat menerima informasi melalui SMS atau telegram apabila terjadi kerumunan,” tuturnya.

Diketahui, pengembangan Syncrom ini berawal dari keprihatian terhadap masih banyaknya pelanggaran protokol kesehatan yang terjadi di masyarakat, khususnya terkait menjaga jarak dan menghindari kerumunan.

Sementara ketaatan mengimplementasikan protokol kesehatan sangat penting untuk mencegah penyebaran Covid-19 agar tidak semakin meluas.**(RW)

the authorSherley Agnesia

Tinggalkan Balasan