Find Us on Facebook

Instagram Gallery

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Minggu, Juli 3, 2022
redaksi@topcareer.id
Tren

Derita Kurir E-Commerce, Gaji Rp 2 Juta harus Siap antar 1.400 Paket

Topcareer.id – Tak bisa dipungkiri, selama pandemi bisnis e-commerce (situs belanja online) mengalami peningkatan yang luar biasa. Bagaimana tidak, selain bisa meminimalisir penularan Covid, harga yang ditawarkan pun terbilang lebih murah dibandingkan jika kita langsung beli di toko.

Namun, baru-baru ini melalui sebuah petisi online, terungkap masalah-masalah yang sering dialami, termasuk gaji seorang kurir e-commerce.

Dalam petisi di Change.org yang berjudul “Menaker Ida Fauziyah, Tolong #LindungiKurir E-commerce. Mereka belum aman dan sejahtera,” akun anonim menyebutkan bahwa salah seorang kurir J&T Express Indonesia di Bone Bolango, Gorontalo, Rifki hanya mendapat gaji yang minim.

“Cuma dapat gaji Rp 2.000.000 dengan target 1.200-1.400 paket/bulan. Itu pun enggak pakai libur. Kerjanya bisa dari pagi, sampai dini hari baru pulang,” tulisnya.

Baca juga: Demi Bisa Keluar Rumah saat Lockdown, Pengusaha Rusia Banting Setir Jadi Kurir

Tak sampai situ, Rifki juga mengaku kerap mengalami kekerasan fisik yang mengancam nyawanya. Sebagai contoh, pada pertengahan 2020 lalu, Rifki sempat diancam dengan parang karena pesanan yang diterima tak sesuai dengan ekspektasi pembeli.

“Waktu itu nganterin paket COD ke pembeli. Setelah transaksi selesai, si pembeli nyuruh Rifki balik lagi ke rumahnya. Di situ Rifki diancam dengan parang, karena speaker mahal yang diterima pembeli gak sesuai sama pesanannya,” ungkapnya.

Padahal kesalahan tersebut bukanlah berasal dari kurir. Sebab tugas kurir hanyalah mengantar barang sampai ke tujuan dengan aman.

Selain itu, ada juga cerita kurir lainnya yakni Latifah. Di mana ia hanya mendapat upah Rp 683.000 dari 18 paket yang haris dikirim dengan jarak tempuh lebih dari 184 km di hari Idul Fitri.**(Feb)

the authorSherley Agnesia

Tinggalkan Balasan