Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Sabtu, Januari 22, 2022
redaksi@topcareer.id
Profesional

Ini Tantangan Terbesar Pelaut Indonesia di Dunia Internasional

Dok/WartaEkonomi

Topcareer.id – Bekerja sebagai pelaut di kapal besar baik itu merchant shipping maupun kapal pesiar (cruise) jelas memiliki tantangan besar.

Tak hanya menantang dari segi pekerjaannya saja, namun mental kamu juga harus kuat menjalaninya ketika harus berada di tengah laut nan luas dan jauh dari keluarga.

Semua tantangan berat tersebut telah dialami dan dihadapi dengan tegar oleh Capt. Suarniati, MPD Manager (Crewing Manager) di PT Samudera Daya Maritim (SDM).

Menurut Capt. Suar, pelaut indonesia sangat luar biasa jika dilihat dari pembekalan secara teori dan pendidikan.

Akan tetapi tantangan terbesarnya ada pada pengimplementasian ilmu yang telah diperoleh oleh pelaut Indonesia.

Capt. Suar menyampaikan bahwa masih banyak kru pelaut Indonesia yang enggan mencoba keluar dari zona nyamannya.

Baca juga: Capt Suarniati, Nahkoda Wanita Asal Aceh Pendobrak Diskriminasi Gender

“Saya pernah memiliki kadet asal india yang menjalani praktek laut baru 6 bulan di kapal dengan gross tonase di bawah 10.000, ia menghadap pada saya dan menanyakan bolehkah dirinya pindah ke kapal yang lebih besar gross tonase di atas 10.000,” Capt. Suar menceritakan pengalamannya pada Topcareer.id.

Kemudian Capt. Suar menanyakan apakah ilmu yang diberikan dari para perwiranya di tempatnya sekarang masih kurang?

Kadet asal India itu pun menjawab simple, “Saya sejak kadet harus memikirkan jenjang karier, karena ketika saya bekerja sebagai kadet di kapal dengan gross tonase bawah 10.000, nanti ketika saya menjadi perwira di kapal dengan gross tonase di atas 10.000 saya akan sulit bersaing,” ujar Capt. Suar menyampaikan apa jawaban kadet asal India itu.

Jika dilihat dari contoh kisah nyata di atas, menurut Capt. Suar masih sangat jarang pelaut Indonesia yang mau berpikir jauh ke depan bahwa saat masih baru bergabung.

Saat ini PT SDM mencoba membuka peluang bagi calon pelaut indonesia agar bisa masuk ke Mediteranean Shipping Company (MSC) di mana kapal-kapalnya memiliki gross tonnage 10.000 T ke atas.

“Banyak pelaut Indonesia kekurangan pengalaman di kapal besar. Kenapa? Karena di saat Praktek Laut (Prala), pelaut kita hanya berpikir yang penting naik kapal saja dulu,” kata Capt. Suar.

“Sebaiknya sejak masih taruna dan taruni ubahlah pola pikir, jangan hanya mengisi masa prala agar bisa naik kapal saja, tapi bekali diri dengan kemampuan lain bahasa asing dan nilai akademik yang bagus agar bisa dikirim menjadi cadet untuk menjalani praktek laut (prala) di kapal-kapal lebih besar,” imbuhnya.**(Feb)

the authorRino Prasetyo

Tinggalkan Balasan