Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Kamis, Januari 20, 2022
redaksi@topcareer.id
Covid-19Tren

Jadi Relawan Covid-19: Risiko Terpapar, Ongkosnya Ikhlas

Relawan Covid-19 Kelurahan Kepatihan Kulon, Kecamatan Jebres, Surakarta. (istimewa)Relawan Covid-19 Kelurahan Kepatihan Kulon, Kecamatan Jebres, Surakarta. (istimewa)

Topcareer.id – Bagi yang akrab dengan pekerjaan relawan, apapun itu bidangnya, pasti paham dengan pekerjaan sukarela ini yang tanpa bayaran dan ongkos apapun selain ikhlas. Seperti relawan Covid-19 di Surakarta, Christmas Setiawan dan Dwi Adma Rahayu.

Dwi Adma Rahayu yang akrab disapa Yayuk bercerita bahwa sejak pertama ia merelakan diri menjadi relawan Covid-19 aktif di Kelurahan Kepatihan Kulon, Kecamatan Jebres, Surakarta, niatnya sudah kuat demi membantu masyarakat yang terpapar Covid-19.

“Awalnya ini karena saya aktif di kelurahan, kemudian saat pandemi ada pembentukan tim relawan Covid-19, siapa yang mau ikut dipersilakan. Saya termasuk yang ingin sekali membantu warga yang terpapar Covid-19,” kata Yayuk kepada Topcareer.id saat diwawancarai via telepon, Senin (16/8/2021).

Yayuk bertutur bahwa selain niat yang kuat, untuk menjadi relawan Covid-19 ini juga butuh keberanian yang tinggi mengingat risiko terpapar dan infeksi Covid-19 yang juga besar. Ia yang bertugas untuk logistik warga isolasi mandiri ini juga pernah melakukan tracing di mana dituntut kontak langsung dengan pasien.

Relawan juga harus berjiwa ikhlas di mana kadang tak hanya satu tugas yang diberikan, tapi mencakup beberapa hal demi saling bantu sesama relawan. Apalagi ia mengaku, menjadi relawan ini tidak ada bayarannya.

Baca juga: Harga Tes PCR Bakal Terjun Bebas, Segini Harganya

Terkait pendanaan, relawan Covid-19 di wilayah Kepatihan Kulon ini kerap memperoleh donatur perlengkapan medis juga dana dari pemerintah. Namun, dana itu dikelola untuk memenuhi kebutuhan warga yang terpapar Covid-19.

“(Dananya) untuk rapat-rapat, penyemprotan disinfektan juga. Relawan enggak ada upahnya, upahnya nanti di surge. Jadi kemana-mana nganter atau beli kebutuhan, itu enggak ada uang bensin. Ongkosnya ikhlas saja. Enggak ada dana transfer, ongkos pun sendiri ya,” tutur Yayuk.

Senada dengan Yayuk, Christmas juga mengaku bahwa relawan Covid-19 ini bukanlah orang sembarangan. Relawan Covid-19 adalah orang-orang terpilih yang memiliki jiwa pemberani dan hati yang ikhlas dalam menjalankan tugasnya.

Christmas sendiri bersedia menjadi relawan pemulasaran jenazah Covid-19 lantaran ia senang membantu orang. Selain relawan Covid-19, ia juga aktif menjadi relawan SAR (search and rescue) dan petugas kemasyarakatan di kelurahan.

“Saya senang membantu orang. Relawan itu kan kalau yang dibantu senang terus tersenyum, kita juga ikut bahagia. Yang penting senang melihat orang tersenyum, itu bikin lega. Istri pun sudah biasa dengan pekerjaan saya seperti ini, kadang ditinggal untuk SAR 5 hari, ya tidak apa-apa,” ujar Christ.**(Feb)

Tinggalkan Balasan