Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Rabu, Juli 6, 2022
redaksi@topcareer.id
Covid-19

Tekan Tingkat Kematian, Vaksinasi Dua Kelompok Ini Dipercepat

Booster jadi syarat untuk mudik.Vaksin. Dok/Pharmaceutical Technology

Topcareer.id – Pemerintah terus mendorong percepatan vaksinasi bagi kelompok masyarakat retan. Diharapkan dengan vaksin kelompok masyarakat rentan ini bisa menekan tingkat kematian atau fatality rate.

Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Dante Saksono Harbuwono menyampaikan kelompok masyarakat rentan yang dimaksud, yakni masyarakat lanjut usia (lansia) dan masyarakat yang memiliki penyakit penyerta.

“Kelompok lansia dan mereka yang memiliki penyakit penyerta ini menjadi sangat penting sekali, karena kematian yang ada di rumah sakit sebagian besar lebih dari 50 persen merupakan mereka dengan komorbiditas,” ujar Wamenkes dalam keterangan persnya, Kamis (2/9/2021) secara virtual.

Dante mengungkapkan, jumlah lansia yang telah menerima vaksin masih sangat rendah. Untuk itu, ia mengajak semua pihak untuk mendorong peningkatan cakupan vaksinasi bagi kelompok ini.

Baca juga: Kemnaker Minta Perusahaan Galakkan Zero Tolerance For Harassment

“Mari kita terus dukung percepatan vaksinasi bagi lansia, kita daftarkan, antar, dan temani orang tua, saudara, bahkan tetangga kita yang berusia lansia agar dapat mengikuti program vaksinasi demi kesehatan dan keselamatan mereka,” ajaknya.

Pada Kamis (2/9/2021), Indonesia kedatangan sebanyak 1,2 juta dosis vaksin Pfizer dalam bentuk jadi, melalui Bandar Udara (Bandara) Internasional Soekarno Hatta, Tangerang, Banten.

Wamenkes menyebut, jumlah persisnya adalah 1.195.340 dosis vaksin. Dengan kedatangan ini vaksin tahap ke-47 ini, imbuh Dante, Indonesia telah memiliki sekitar 220 juta dosis vaksin, baik dalam bentuk jadi maupun bahan baku atau bulk.

“Untuk Pfizer, kita akan mendapatkan kurang lebih 54,6 juta (dosis), dengan kedatangan yang sudah diterima sekitar 1,5 juta (dosis) dan ini adalah kedatangan kedua sebesar 1,2 juta dosis,” imbuhnya.

Tinggalkan Balasan