Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Kamis, Juli 7, 2022
redaksi@topcareer.id
Covid-19

Banyak Orang di AS Inginkan Vaksin Booster COVID-19

vaksinasi covid

Topcareer.id – Ketika Amerika Serikat bersiap untuk kampanye vaksin booster COVID-19, sebagian besar orang AS yang sudah divaksinasi justru banyak yang menginginkan dosis tambahan tersebut.

Hal ini diperoleh dari jajak pendapat Reuters/Ipsos, sebagian besar alasannya karena didorong oleh kekhawatiran atas varian Delta.

Pemerintah AS mengatakan jika regulator kesehatan menyetujui langkah tersebut, pihaknya akan meluncurkan vaksin booster mulai 20 September 2021.

Survei nasional di AS yang berlangsung pada 27-30 Agustus, menemukan bahwa di antara orang dewasa yang menerima setidaknya satu dosis vaksin virus corona, 76% menginginkan booster, sementara 6% tidak dan 18% tidak yakin.

Di antara mereka yang berusia 55 tahun ke atas, 80% dari mereka mengatakan sangat menginginkannya.

“Saya punya cucu berusia empat tahun. Saya ingin memastikan dia mengenal saya,” kata pensiunan jurnalis Dora Ann Reaves (75) dari South Carolina.

“Saya akan mengambil setiap kesempatan untuk mengambil setiap dosis vaksin yang saya bisa.” Tambahnya.

Di antara mereka yang menginginkan booster, hampir 43% mengatakan mereka khawatir dengan varian Delta dan lebih dari 34% menyebutkan usia mereka.

Kekhawatiran bahwa inokulasi awal mereka tidak lagi efektif dikutip oleh 28% responden, sementara 15% mengatakan mereka immunocompromised atau berisiko tinggi.

Baca juga: Penelitian: Vaksin Booster COVID-19 Tunjukkan Tanda-Tanda Penjinakan Varian Delta

Jajak pendapat Reuters/Ipsos dilakukan secara online, dalam bahasa Inggris, di seluruh Amerika Serikat.

Totalnya mengumpulkan tanggapan dari 4.427 orang dewasa, termasuk 3.042 yang telah menerima setidaknya sekali dosis vaksin COVID-19 dan 2.374 orang menyatakan minatnya pada vaksin booster COVID-19.

Ipsos menimbang hasil menggunakan statistik populasi dan vaksinasi terbaru sehingga lebih mencerminkan populasi AS.

Hasilnya memiliki interval kredibilitas dan ukuran presisi dari 2 poin persentase.**(Feb)

the authorRino Prasetyo

Tinggalkan Balasan