Find Us on Facebook

Instagram Gallery

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Selasa, Juli 5, 2022
redaksi@topcareer.id
Covid-19

Waduh, Covid Dorong 31 Juta Orang Masuk Jurang Kemiskinan Parah

Ilustrasi. (dok. Daily Mail)

Topcareer.id – Menurut laporan Goalkeeper tahunan kelima Bill and Melinda Gates Foundation yang terbit Senin (13/9/2021), pandemi Covid-19 yang sedang berlangsung mendorong 31 juta orang tambahan di seluruh dunia ke dalam kemiskinan yang parah.

Angka tambahan kemiskinan itu membalikkan kemajuan global dalam menghilangkan kemiskinan selama empat tahun. Laporan itu meneliti kemajuan global dalam akses vaksin, pengurangan kemiskinan dan masalah kesehatan lainnya.

Laporan Goalkeeper juga menemukan bahwa pandemi menyebabkan kemunduran besar dalam tingkat vaksinasi anak rutin, memperlebar kesenjangan pendidikan antara negara-negara miskin dan kaya dan peningkatan ketidakadilan kesehatan.

Laporan setebal 63 halaman itu menyerukan para pemimpin dunia untuk melakukan investasi jangka panjang yang diperlukan untuk mengembangkan dan memproduksi vaksin serta meningkatkan infrastruktur kesehatan masyarakat, terutama di negara-negara berpenghasilan rendah, di mana banyak orang tidak dapat menghindari beberapa dampak terburuk pandemi.

CEO Gates Foundation Mark Suzman mengatakan, pandemic Covid-19 telah menyebabkan pembalikan “signifikan” dalam sejumlah upaya kesehatan global.

“Alih-alih membuat puluhan juta orang keluar dari kemiskinan ekstrem, 31 juta lebih banyak orang berada dalam kemiskinan ekstrem. Kami melihat adanya stagnasi pada indikator lain, mulai dari stunting dan gizi hingga beberapa tantangan dalam pendidikan,” kata Suzman.

Baca juga: Studi CDC: Orang Yang Tidak Vaksinasi 11 Kali Lebih Mungkin Meninggal

Sekitar 5,5 miliar dosis vaksin Covid telah diberikan secara global. Namun, 80% dari mereka adalah negara berpenghasilan tinggi atau menengah ke atas, menurut Organisasi Kesehatan Dunia.

Persentase populasi global yang hidup dalam kemiskinan ekstrim, yang didefinisikan sebagai hidup dengan USD1,90 per hari, telah turun dari 37% menjadi 9% selama dua dekade terakhir.

Namun, pengurangan tingkat kemiskinan telah terhenti dan kemungkinan akan tetap pada tingkat saat ini di tahun-tahun mendatang karena virus terus beredar, menurut laporan itu. Sebagian besar akan terlihat di negara-negara berpenghasilan rendah, di mana kurang dari 1% dosis vaksin Covid telah diberikan, kata Suzman.

“Dengan mayoritas negara kaya yang sebagian besar divaksinasi, maka mereka akan mengalami pemulihan pendapatan per kapita sebelum krisis tahun ini,” katanya.

“Tetapi pada tahun depan, dua pertiga negara berkembang masih akan berada di bawah 2019 per kapita mereka dan beberapa negara akan menghadapi tahun-tahun lagi sebelum mereka kembali ke level 2019.”**(RW)

Tinggalkan Balasan