Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Selasa, Juli 5, 2022
redaksi@topcareer.id
Tren

Masa Pandemi Membuat Perempuan Getol Berjualan

belanja onlineIlustrasi foto belanja online. Dok. thejournal.ie

Topcareer.id – Tak bisa dipungkiri, masa pandemi ini membuat sejumlah karyawan harus rela mendapat pendapatan yang lebih sedikit dibandingkan biasanya.

Hal ini karena banyak perusahaan yang memilih untuk mengurangi gaji karyawan bahkan memutuskan hubungan kerja (PHK) para pekerjanya demi bertahan di masa yang sulit ini.

Namun, sebagian dari mereka justru bangkit dengan melihat peluang yakni berjualan online. Mengingat dari awal virus corona ini merebak, pemerintah mengimbau masyarakat untuk mengurangi mobilitas dan tetap berada dirumah.

Hal senada pun juga diungkapkan oleh Head of Category Development (Fashion) Tokopedia, Falah Fakhriyah.

“Pandemi justru menjadi momentum untuk memulai usaha daring. Data Tokopedia menunjukkan ada penambahan jumlah penjual di platformnya selama pandemi sebesar 3,7 juta dari 7,3 juta (Februari 2020, sebelum pandemi) menjadi lebih dari 11 juta (Juni 2021),” ujarnya Rabu (15/9/2021).

Baca Juga: Hasil Riset, Ini Ragam Perilaku Konsumen Indonesia dalam Belanja Online

Meski demikian, dari jumlah tersebut diketahui bahwa penjual yang bergabung untuk memulai usaha daring adalah permpuan.

“Riset LPEM FEB UI 2020 di sisi lain mengungkap bahwa jumlah perempuan pegiat UMKM yang memulai bisnis dari nol lewat Tokopedia selama pandemi hampir 1,5x lipat lebih tinggi dibandingkan jumlah laki-laki,” tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut, Falah mengatakan Tokopedia juga konsisten membantu sebanyak-banyaknya perempuan pegiat UMKM lokal lainnya melalui berbagai panggung digital yang sebelumnya merupakan kegiatan offline, seperti Market & Museum at Home, OH! Beauty Festival, Semasa di Tokopedia dan masih banyak lainnya.

“Berbagai inisiatif tersebut telah mendorong tren belanja kebutuhan sehari-hari termasuk produk fesyen, kecantikan, kesehatan dan perawatan diri secara online terus meningkat selama pandemi,” pungkasnya.**(RW)

the authorSherley Agnesia

Tinggalkan Balasan