Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Rabu, Juli 6, 2022
redaksi@topcareer.id
Tren

Sejak Pandemi, Pembeli Online di Asia Tenggara Bertambah 70 Juta

Online Shopping

Topcareer.id – Menurut laporan dari Perusahaan Facebook dan Bain, diperkirakan ada 70 juta lebih orang berbelanja online di enam negara Asia Tenggara sejak pandemi dimulai.

Ketika pemerintah mendorong orang tinggal di rumah untuk memperlambat penyebaran virus corona, Asia Tenggara melihat adopsi cepat layanan digital seperti e-commerce, pengiriman makanan, dan metode pembayaran online.

Dan tren itu kemungkinan akan terus berlanjut. Laporan yang mensurvei lebih dari 16.000 orang di Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, Thailand, dan Vietnam itu memproyeksikan jumlah konsumen digital di Asia Tenggara akan mencapai 350 juta hingga akhir tahun ini.

Pada akhir tahun 2021, Facebook dan Bain memprediksi lebih dari 70% orang berusia 15 tahun ke atas di negara-negara yang disurvei untuk berbelanja online. Laporan tersebut memperkirakan jumlah pembeli online di Asia Tenggara akan mencapai 380 juta pada tahun 2026.

Di antara negara-negara yang disurvei, laporan itu mengatakan Indonesia, ekonomi terbesar di Asia Tenggara, terus mengalami tingkat pertumbuhan tertinggi. Populasi konsumen digitalnya diprediksi tumbuh sekitar 15%, dari 144 juta pada 2020 menjadi 165 juta pada 2021.

Baca juga: Instagram Sangat Berbahaya Bagi Remaja, Ini Alasannya

Karena penguncian yang terputus-putus dan pembatasan pergerakan menyulitkan konsumen untuk mengunjungi toko-toko fisik, banyak pasar e-commerce berkembang pesat.

Survei, yang dilakukan pada bulan Mei, menemukan bahwa pangsa responden yang mengatakan mereka berbelanja “kebanyakan online” naik dari 33% pada tahun 2020 menjadi 45% tahun ini, dengan perolehan terbesar datang dari Singapura, Malaysia, dan Filipina.

Facebook dan Bain memproyeksikan bahwa pengeluaran online rata-rata akan tumbuh 60% tahun ini dari USD 238 per orang pada tahun 2020 menjadi USD 381 per konsumen digital.

Pangsa ritel online dari keseluruhan ritel melonjak di Asia Tenggara dari 5% pada 2020 menjadi 9%, kata laporan itu, mencatat bahwa langkahnya lebih cepat daripada di Brasil, Cina atau India.

“Selama lima tahun ke depan, penjualan e-commerce Asia Tenggara juga diproyeksikan untuk mengimbangi negara-negara ini, tumbuh sebesar 14% per tahun,” kata laporan itu.**(Feb)

Tinggalkan Balasan