Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Sabtu, Oktober 23, 2021
redaksi@topcareer.id
Covid-19

Bos Moderna: Delta Sangat Menular, Perlindungan Vaksin Tampak Lemah

Ilustrasi. Dok/Pixabay

Topcareer.id – Presiden Moderna Stephen Hoge mengatakan pada Rabu (15/9/2021), varian delta yang menyebar cepat sangat menular, memperlihatkan kelemahan dalam perlindungan vaksin dan mengubah pandangan untuk mengakhiri pandemi.

“(Delta) sangat pandai menginfeksi orang dan mereplikasi sehingga meningkatkan standar tentang seberapa bagus vaksin itu. Ini sebenarnya menunjukkan beberapa kelemahan yang (vaksin) miliki lebih awal dari yang kalian duga,” katanya dalam sebuah wawancara, dikutip dari laman CNBC.

Moderna pada Rabu membagikan analisis baru dari studi fase tiganya yang menunjukkan insiden kasus terobosan Covid (kasus Covid pada orang tervaksinasi), lebih jarang terjadi pada sekelompok peserta uji coba yang baru-baru ini diinokulasi, menunjukkan bahwa perlindungan vaksin Covid semakin berkurang dari waktu ke waktu.

Ada 88 kasus terobosan yang diidentifikasi dari 11.431 orang yang divaksinasi antara Desember dan Maret, kata perusahaan itu dalam siaran pers, dibandingkan dengan 162 kasus terobosan dari 14.746 peserta uji coba yang divaksinasi pada Juli hingga Oktober 2020.

Baca juga: Waduh, Covid Dorong 31 Juta Orang Masuk Jurang Kemiskinan Parah

Namun, Hoge mengatakan, kasus-kasus terobosan tidak semua kesalahan delta. Dia menduga kasus Covid pada orang yang divaksinasi adalah akibat dari berkurangnya perlindungan vaksin dari waktu ke waktu dan varian yang sangat menular.

“Varian delta bukanlah varian yang lolos dari kekebalan,” katanya, seraya menambahkan varian itu hanya “melemahkan pertahanan kita” pada saat perlindungan vaksin menurun.

“Itulah yang mungkin mengarah pada hasil fase tiga yang kita lihat sekarang. Ini menyebabkan perbedaan dalam kemanjuran dunia nyata yang telah dilaporkan antara vaksin musim panas ini,” katanya.

Hoge mengatakan hasil terbaru pembuat obat itu, yang belum ditinjau oleh rekan sejawat, membangun kasusnya untuk penggunaan suntikan penguat Covid secara luas.

Tinggalkan Balasan