Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Jumat, Mei 20, 2022
redaksi@topcareer.id
Tren

LG dan Hyundai Motor Bangun Pabrik Baterai Kendaraan Listrik di Indonesia

Topcareer.id – LG Energy Solution (LGES) dan Hyundai Motor Group Korea Selatan telah memulai pembangunan pabrik baterai kendaraan listrik (EV) di Indonesia senilai USD 1,1 miliar atau sekitar Rp 15,6 triliun.

Proyek ini terwujud juga akibat dari dorongan oleh negara-negara Asia Tenggara agar Indonesia memanfaatkan cadangan nikelnya yang kaya.

Presiden RI Joko Widodo, Rabu (15/9) mengatakan pabrik itu adalah fasilitas baterai EV pertama di Asia Tenggara dan menandakan komitmen pemerintah untuk menggunakan sumber daya nikelnya dalam mengembangkan industri hilir.

“Indonesia memiliki cadangan nikel terbesar di dunia dan dengan potensi ini, saya yakin dalam tiga hingga empat tahun ke depan, dengan pengelolaan yang baik, Indonesia akan menjadi produsen utama produk berbasis nikel, seperti baterai,” kata Jokowi pada upacara peletakan batu pertama.

Pabrik baterai di Karawang provinsi Jawa Barat Indonesia adalah bagian dari rencana investasi senilai USD 9,8 miliar untuk LGES.

Jong-hyun Kim, kepala eksekutif LGES mengatakan baterai akan diproduksi menggunakan teknologi terbaru dan akan dipasang di berbagai EV buatan Hyundai Motor dan Kia Motors Corp.

Pembangunan pabrik akan selesai pada paruh pertama 2023, dan produksi massal sel baterai di pabrik diharapkan mulai pada paruh pertama 2024.

Baca juga: Apakah Baterai Lithium-Ion pada Mobil Listrik (EV) Berbahaya? Ini Penjelasannya

Ketika beroperasi penuh, fasilitas ini diharapkan setiap tahun menghasilkan 10 Giga Watt hour (GWh) sel baterai lithium-ion NCMA (Nickel-Cobalt-Mangan-Aluminium) untuk memberi daya lebih dari 150.000 EV.

Selain itu, fasilitas tersebut akan siap untuk meningkatkan kapasitas produksinya hingga 30 GWh untuk memenuhi pertumbuhan di masa depan.

Hyundai Motor Group dan LGES berharap dapat mengembangkan industri baterai di Indonesia serta pabrik perakitan EV dan infrastruktur pengisian daya.

“Melalui pengembangan industri ini, ekosistem EV akan berhasil dikembangkan di Indonesia, dan selanjutnya saya yakin Indonesia akan memainkan peran kunci sebagai hub pasar EV Asia Tenggara,” kata Ketua Hyundai Motor Euisun Chung.**(Feb)

the authorRino Prasetyo

Tinggalkan Balasan